Daily Style

Daily Style
Daily style, ootd, fashion inspiration, and etc

Personal Life

Personal Life
About the wedding, family, being a mum, being a wife, etc

Lifestyle

Lifestyle
reviews, youtube update, lifestyle update, socmed update, travel, skincare, beauty, etc

Thoughts

Thoughts
My thoughts about everything, quotes, etc

Netflix

January 14, 2021

No comments



Ya, (Salah satunya) karena film ini lah jadi memutuskan membuat akun Netflix. Setelah selama ini lompat situs sana sini buat nonton film (gratisan). Gak, aku gak anti Netflix sebelumnya. Kenapa baru bikin akun Netflix simply karena aku gak punya dan ga mau punya kartu kredit hehehe. Eh setelah 'pendekatan' ternyata ada cara lain selain gak pakai kartu kredit. 

Oiya, selain itu entah kenapa tertarik aja gitu sama film film yang berbau sejarah, khususon Kerajaan Inggris ini. Karena akupun ngikutin ceritanya Victoria yang pernah tayang di HBO kalau gak salah waktu itu. Keterusan karena suami sempet download film film yang ga jauh-jauh dari keluarga kerajaan ini. Jadilah, pas nonton The Crown 1 jadi ketagihan. Eh, lagi running nonton The Crown 1 gak lama ada teaser The Crown 4 yang ada cerita tentang lady Diana. Aduduh.. dimana mana deh teaser The Crown 4 ini. Dan mungkin karena rajin browsing cerita-cerita tentang Royal Family ini di instagram, di feed isinya jadi ga jauh jauh dari Meghan Markle, Elizabeth, Margareth, Katherine Middleton, Charles, the phenomenal Camilla dan sebagainya. Jadi kita makin kepo khaaan. hhehehe

Pas udah punya Netflix, whoaaaaa banyak banget list film yang mau ditonton karena pilihannya emang banyak banget. Film Indonesia, Korea, Eropah, Amerikah, banyak lah variannya.. jadi kelabakan :) tapi ya ga mesti ditonton langsung semua toh, mbaknya! Jadi makin betah di rumah dong kita insyaAllah :)

Daaaan... udah lama pengen nulis di blog ini tentang satu film Korea tentang Perempuan pasca melahirkan. Nanti deh kapan kapan bikin satu post khusus tentang film Korea ini. Oke agak gak nyambung memang nulis ini di blog ini. Tapiii gapapa lah, daripada dipendem aja hahaha


See you around, insyaAllah next post will be another review and another point of view. 

Salam,

Puput


Read More

Scarlett Bodycare Review

December 29, 2020

1 comment


I knoooooow exactly udah banyak banget review Scarlett Bodycare di internet. Itulah kenapa aku penasaran, beli, nyobain dan akhirnya berniat untuk nulis review JUGA kayak blogger lain hahaha. Jujur dong, udah lama banget kita pengen mandi sambil menghayati. Udah lama ga kayak gitu semenjak beranak pinak 😝. Pas window shopping di shopee Scarlett Whitening, yasudah lah pasrah kita masukin semua belanjaan bodycare di keranjang (pasrah yang membahagiakan hehehe). Kemudian...checked out!

Alhamdulillah sampailah segambreng produk Scarlett Whitening dari Body Scurbnya, Shower Scrub sampai Body lotionnya di rumahku. Adududuh... begitu ada kesempatan nitipin anak-anak ke Ayahnya. langsung tancapp kesemua produknya kita cobain. Adakali yah hampir sebulanan pakai Scarlett Whitening ini. Mau tau gimana reviewnya?

Fyi, aku belinya ga cuma satu varian hahaha impulsif banget memang. Namun bagaimana yah, lagi pengen refreshing banget. Mau treatment ke salon pun sepertinya masih impossible, terlepas dari pandemi yah.. tapi bingung juga kita mau nitipin anak-anak ke siapa selama kita di salon. Jadi ya solusinya ngeborong Scarlett ini. Jadi, varian yang aku beli di Scarlet Whitening ini adalah : Body Scrub (romansa), Shower Scrub (Mango dan Pomegrante) dan yang paling banyak ku borong adalah Body Lotionnya (Charming, Romansa dan Freshy). Ketiga produk Bodycare ini (Body Scrub, Shower Scrub dan Body Lotion) mengandung Glutahione dan Vitamin E yang diklaim bisa mencerahkan, melembabkan dan menutrisi kulit. APAKAH klaim tersebut nyata adanya di kondisi kulitku?

-

Produk pertama yang aku coba adalah Body Scrub (Romansa).



Seperti nama aromanya, Romansa, aromanya harum, lebut dan segar. Buliran scrubnya halus dan gak sakit ketika diapply di permukaan kulit. Bestnya, di kulitku body scrub ini ngangkat kotoran banget. (maaf) Daki-daki sampai benar-benar rontok layaknya jika kita melakukan treatment di rumah SPA. After mathnya wangiiiii semiriwing, kinclong dan bersih masyaAllah.
 
Right after using the body scrub, setelah bilas bilas aku langsung pakai Shower Scrub

Gak tau deh ya boleh apa ga pakai scrub dua kali di waktu yang bersamaan, tapi hey kapan lagi aku bisa mandi lamaan dikit.. mumpung Ayahnya anak anak lagi WFH dan morning meetingnya belum mulai 😂. 

Di antara dua varian Shower Scrub yang aku punya, aku pilih pakai yang Mango terlebih dahulu karena tertarik dengan warnanya yang segar dan bulir scrubnya yang bikin cepet-cepet mandi buat nyobain khasiatnya hehe. Kesan pertama ketika cium wangi Shower Scrub varian Mango berasa kayak pengen diguyur air seharian, segarrrr sekali seperti warnanya. Sedangkan pada varian Pomegrante aromanya sama sama segar tapi ada wangi sweetnya. 

Seperti yang sudah aku sebutkan di paragraf sebelumnya, di dalam Shower Scrub terdapat buliran scrub yang bikin kita lebih maksimal saat membersihkan tubuh. Pakai Shower Scrub setelah Body scrub tuh rasanya double bersihnya 'plus' segernya. Entah ada berapa kata "segar" dalam postingan kali ini. Tapi itu lah yang nempel banget di aku ketika memakai produk Scarlett Bodycare ini. Daaaan... sejak pakai rangkaian Scarlett Bodycare ini rasanya kegiatan mandi lebih berfaedah hahaha.


Shower Scrub Mango dan Pomegrante


ada bulir bulir di shower scrubnya. Warna ungu varian Pomegrante (atas) dan warna kuning varian Mango (bawah)


Shower scrub favorit di varian Scarlett Bodycare. Seger yah warnanya




Body  Lotion


Khusus untuk Body Lotion aku beli agak banyakan. Kenapa? menurut beberapa review yang aku baca di blog lain, The best product of Scarlett Bodycare adalah di Body Lotionnya. Itulah kenapa aku ambil tiga varian body lotion; Charming, Romansa dan Freshy.

Sebelum lanjut ngomongin body lotion, aku mau review dikit tentang packaging dari Scarlett Bodycare ini yahh.. 


Saat aku terima paket Scarlett ini, yang aku notice pertama kali adalah pada kemasan paketnya yang dibalut dengan buble wrap. Jadi, pas nyampe semua produknya dalam kondisi aman dan alhamdulillah gak ada kerusakan sedikitpun.  Hal yang kedua yang aku notice ada pada kemasan body carenya. Untuk kemasan body scrub nya pada dasarnya memiliki kemasan yang sama dengan body scrub pada umumnya. Namun yang beda, ketika tutup kemasan body scrub ini dibuka, di sana ada cover aluminium foilnya yang melekat aman dan rapi sehingga insyaAllah tetap higienis


Untuk shower scrub dan body lotion, hadir dalam kemasan botol yang handy banget dan mudah dibawa kemana-mana. Terutama kemasan si body lotion. Karena kepalanya berbentuk pump, di leher botolnya ada teknologi lock-unlocknya. InsyaAllah selama si lock-unlocknya dipasang dengan baik, isinya ga bakal bocor. Penting banget buat aku yang punya anak kecil hihih. 


Botolnya yang handy, jadi bisa aku bawa kemana-mana. Satu botol aku letakkan di mobil.

Anyway,

Body Lotion itu entah kenapa penting banget buatku, meskipun pakainya keseringan lupa hehe. Setidaknya, jika kondisi kulit kita lembab, ngaruh  banget ke mood seharian. Nah, pas ketemu Scarlett Body Lotion ternyata nge-boost mood banget karena selain lembab, wanginya bikin semangat. 


Tiga varian Scarlett Body Lotion yang aku punya, Charming, Freshy dan Romansa ternyata memiliki wangi yang pastinya berkesan banget buat teman-teman yang biasa pakai parfume Jo Malone. Kenapa? karena Body Lotion varian Freshy memiliki wangi yang mirip sekali dengan Jo Malone English Pear & Freesia Eau de Cologne, aroma parfum Jo Malone yang paling banyak diminati penggunanya. Sedangkan yang varian Charming, dia tuh menurutku wanginya mirip parfume Baccarat Rouge 540 Eau de Parfum. Jadi yaa...kalau lupa lupa pakai parfum, bisalah ngandelin Body Lotion ini aja hihihi.


Aku sempat bikin eksperimen kecil kecilan dengna cara mengoleskan body lotion di tangan kiri dan tidak mengoleskan body lotion di tangan kanan. Hasilnya.. surprise surprise!


gbr 1: belum menggunakan body lotion


gbr 2: setelah tangan kiri menggunakan body lotion

Kelihatan banget kan tangan kiri yang sudah diapply menggunakan Scarlett Body Lotion lebih lembab dan shinny daripada tangan kanan yang tidak menggunakan apa-apa. Selain lebih lembab, Scarlett Body Lotionnya ini gak lengket saat digunakan dan wanginya cukup tahan lama. Tapii jangan lupa pakai SPF lagi yah setelah memakai body lotion nya. Karena Scarlett Body Lotion ini belum mengandung SPF. Tapi untuk penggunaan di rumah aja rasanya aman-aman aja gak pakai SPF. Asal, gak kena matahari dalam waktu yang lama.


Harga


Iya..iya, pasti bagian ini yang ditunggu-tunggu hehe. Harga Scarlett Bodycare ini kalau aku lihat di Scarlett Whitening Official Shop di Shopee, per botol di banderol Rp 75.000 dan harganya seragam semua: dari bodycare, face care sampai hair care nya. Terus, ada harga paketan juga kalau teman-teman mau beli paketan yang kayak aku. Karena aku belanjanya via Shopee, jadi langsung cek aja yah account Shopee mereka.


In case you wondering, sebelum aku memutuskan beli Scarlett yang terkenal di dunia maya ini, aku cari tahu dulu tentang produknya. Alhamdulillah Scarlett Bodycare ini sudah teregistrasi BPOM dan tidak menggunakan hewan dalam penguji cobaannya. 


Yass! itu dulu review Scarlett Bodycare dari aku. Adakah yang udah coba Scarlett Bodycare ini? Bagi yang belum coba.. selamat mencobaaa!


Love,

Puput Utami

Read More

Sorella Underwear Review

December 16, 2020

23 comments

 


Seperti yang telah terbaca dari judulnya, kali ini aku mau bahas tentang underwear (pakaian dalam). HA! Tenang, kalian ga salah baca kok hahaha. Karena menurutku penting banget membahas ini secara mencari underwear yang cocok itu susah susah gampang, kayak nyari jodoh (begitu kata tokoh di film “Hari untuk Amanda”, bukan kata ku ya hahaha. Masa jodoh disamain kayak underwear :p). Apalagi kalau ngomongin Ibu yang memiliki segudang aktivitas, baik aktivitas di dalam maupun di luar rumah. Itulah kenapa menemukan pakaian dalam yang cocok dan nyaman adalah syarat mutlak bagi perempuan. Kalau sampai salah pilih, ujungnya cuma 2, bakal sekali pakai dan dijadikan koleksi di lemari atau tetap dipakai tapi tiap mau dipakai ga mood sama sekali :(

Jadi inget masa masa remaja dulu saat pertama kali ikut mama ke toko pakaian dalam. Ketika memilih bra kita akan diberikan 2 jenis pilihan, berkawat atau tidak berkawat. Yang berkawat memang bagus saat dipakai, salah satunya karena membantu menyangga PD. Kekurangan dari bra berkawat ini terletak pada lama pemakaian. Jika dipakai dalam waktu yang lama efeknya bisa membuat lelah atau malah kadang membuat sakit di bagian dada bawah. Belum lagi kalau kawatnya keluar… hiii serem. Tapi bagus, gimana dong ?!. Sama halnya dengan panties atau celana dalam. Kalau sampai salah memilih bahan dan ukuran celana dalam, efeknya bisa (maaf) keputihan, loh?! Ada yang punya pengalaman dengan ini?

Nah, dari pengalaman per-bra dan per-panty-an tersebut, aku tertarik dengan Nano Lite bra dan midnight jewel panty dari Sorella yang akan aku review di blog post kali ini.



Nano Lite Bra




Terjawab sudah kecemasan wanita yang lelah memakai bra berkawat tapi ragu-ragu untuk memakai braa yang tidak berkawat. Sorella mengeluarkan design bra push up yaitu bra tanpa kawat tapi tetap bisa mengangkat PD. Material yang dipakai adalah bahan microfiber, pas banget buat kita yang tinggal di wilayah tropis. Karena bahan microfiber ini ketika dipakai sangat lembut, adem, cepat menyerap keringat (breathable) dan yang penting NYAMAN dipakai sehari-hari. Untuk kaitannya, terdapat 3 kaitan untuk meng-adjust ukuran mana yang nyaman buat kita. Cocok deh buat mamah mamah banyak urusan di rumah seperti aku hehe

Midnite Jewels

 



Tak lengkap rasanya beli bra tanpa panty hehe. Jadi, di Sorella ada panty yang namanya Midnite Jewels packs berisi lima pieces. Terbuat dari bahan nylon spandex, kelembutan dan elastisitasnya gak perlu ditanya lagi. Lembuuut banget. Seperti namanya, ketika pakai panty Midnite Jewels ini otomatis berasa cantik. Di bagian pinggang dibuat karet jadi bikin makin nyaman dipakai.

Oiya, jenis underwear ini gak cuma cocok dipakai untyk beraktivitas sehari-hari, tapi juga cocok digunakan saat travelling karena menyerap keringat dan mudah kering. Kelebihan lain kalau kita bawa Midnite Jewels saat travelling adalah kalau dilipat bener-bener tipis dan gak makan tempat. Cocok banget kalau mau dibawa travelling backpack hihi.

Psst! Tips hemat belanja Sorella. Mau tau?
 

Aku punya tips buat teman-teman yang mau belanja underwear di Sorella. Caranya, better teman-teman beli produk Sorella langsung di website nya aja. Selain transaksinya mudah dan ga ribet, Sorella sering banget kasih diskon. Siapa yang ga suka diskooon? Nyesel loh! hahaha. Tapi khusus di bulan, teman-teman bakal dapetin potongan sampai dengan Rp 50.000 dengan minimal belanja Rp 250.000. Tinggal masukan kode voucher wanitasorellaxblogger sebelum check out. Cuma sampai Desember 2020 yahhh! Jangan ketinggalan, kan udah dikasi kisi-kisinya  :p

Selain itu..

Sorella saat ini sedang mengadakan kompetisi SORELLA WOMAN HUNT. Pasti yang ditanyain bukan bagaimana ikutan kompetisinya kaan? Melainkan hadiahnya dulu yang ditanyain hahaha.


Jadi, kompetisi SORELLA WOMAN HUNT ini berhadiah total 10 jutaan.

😊 Hadiah utama adalah trip ke Bali untuk 2 orang dan voucher belanja Sorella senilai Rp 2.000.000.

😊 Juara 2 mendapatkan Smartphone Android dengan voucher belanja Sorella senilai Rp 1.500.000.

😊 Juara 3 mendapatkan voucher menginap 1 malam di hotel bintang 4/ 5 dan voucher belanja Sorella senilai Rp 1.000.000

Selain hadiah-hadiah tersebut, ada juga hadiah hiburan yaitu voucher belanja Sorella masing-masing Rp 350.000 untuk 10 orang.

Mau ikutan? Bisaaa! Caranya

1. Follow akun Instagram resminya Sorella di @sorella.id 

2. Registrasi di website Sorella

3. Beli item favorit kalian di website Sorella

4.  Begitu item nya sampai di rumah kamu, review item Sorella yang kamu beli di IG feed kamu dengan caption sekreatif mungkin.

5. Jangan lupa tag instagram @sorella.id dan tag 5 orang teman kalian

6. Gunakan hashtag #trueinnerbearuty dan #sorellawomanhunt 

7. Kirimkan bukti registrasi dan pesanan produk pada website serta link post ig feed kalian melalui DM ke instagam @sorella.id


Dibaca baik-baik yah cara ikutan SORELLA WOMAN HUNT nya. Jangan sampai ada poin yang terlewat, karena hadiah ikutan kompetisi ini keren bangettt! Sampai ketemu di Baliiiii…hihihihi


Love,

Puput Utami

Read More

TENTANG KELAHIRAN SHAFIYYA

August 12, 2020

18 comments

Kelahiran bayi kami yang ke-dua ini lahir di era yang bisa dibilang spesial. Karena.. ya tau lah, sampai blog post ini ditulis Dunia sedang digemparkan dengan virus baru yang berasal dari salah satu district di Tiongkok sana dan menyebar sampai kebeberapa negara, termasuk Indonesia. Dampaknya, selain penutupan beberapa tempat umum dan fasilitas publik, masyarakat juga 'dipaksa' untuk lebih bisa menjaga kebersihan, lebih menjaga kesehatan dan pakai masker dimana pun. Kita doakan semoga wabah ini segera berakhir ya.. dan masyarakat Indonesia pada khususnya, bisa lebih aware sama kebersihan dan kesehatan. aamiin.

Flashback sedikit. Sejak saat masih di ruang operasi sewaktu akan melahirkan Zayd, aku bertekad insyaAllah anak ke-2 nanti harus melahirkan secara normal karena kapok dengan prosesi operasi sesar. Begitu akan mendekati due date kelahiran anak ke-2, karena kesempatannya masih besar untuk normal, jadi aku memilih untuk menunggu kontraksi agar bisa melahirkan secara alami. Segala persiapan dan ikhtiar agar bisa melahirkan secara normal dilakukan. Termasuk menjaga volume air ketuban agar tetap cukup untuk melahirkan secara normal. Karena, faktor ketuban adalah salah satu alasan mengapa pada kelahiran anak pertama aku harus sesar.

Seharusnya pada usia kehamilan memasuki usia 32 minggu, jadwal kontrol sudah semakin rutin. Biasanya 2 minggu sekali. Namun karena pandemi dan agar tidak terlalu sering berada di tempat umum (rumah sakit) akhirnya diputuskan untuk tetap kontrol sebulan sekali selama tidak ada keluhan apapun. Memasuki usia 36 minggu pun yang seharusnya seminggu sekali kontrol, mau tidak mau kontrol harus dilaksanakan satu seminggu sekali, untuk memantau ketuban, berat badan bayi (harus maksimal 3kg) dan posisi bayi. Alhamdulillah hasil pemeriksaan saat itu bagus dan siap melahirkan. Tinggal tunggu kontraksi saja. 

Selain berat badan bayi yang terus dipantau karena aku berencana untuk VBAC (vaginal birth after cesarian), dokter juga harus memantau ketebalan bekas jahitan pada kelahiran pertama. Karena, untuk VBAC ini tidak boleh dibantu oleh alat dan metode apapun (induksi), kecuali induksi alami. Jadi, akan terjadi VBAC apabila semua-semuanya terjadi secara alami, terutama kontraksi. Saat itu, jika aku mau lahiran normal target dokter sebelum lebaran (usia kandungan 37-38 weeks) harus lahiran alami. Di atas itu (dengan mempertimbangkan bb dan ketebalan sisa jahitan) mau gak mau harus operasi, karena risikonya tinggi.

Usia kehamilan hampir 39 minggu, (lewat lebaran tentu saja) gelombang cinta itu tak kunjung datang. Sedangkan berat badan bayi sudah menyentuh 2,7 kg. Setelah konsultasi sebelumnya via whatsapp akhirnya kami putuskan untuk melahirkan secara operasi. Usia 39 minggu lewat 2 hari kami kontrol ke dokter untuk memastikan apa masih ada posibility melahirkan secara normal hehe ya namanya juga usaha. Setelah diperiksa, berat badan adik sudah 2,9 kg dan ketebalan jahitan sudah 3,1 mm (cmiiw jujur lupa untuk ketebalan jahitan, nnt diupdate lagi ya) sedangkan batasnya bb bayi max 3 kg dan ketebalan sisa jahitan tidak boleh kurang dari 3mm. 

Saat itu dokter bilang "sebenernya kalau diinduksi dikit aja, saya yakin bisa lahiran malam ini juga. Tapi masalahnya kamu sebelumnya operasi, jadi saya ga berani kasih induksi. Resikonya besar". Jadi, bismillah akhirnya operasi lagi.

---

Melahirkan di Saat Pandemi




Kalau gak salah bulan April, pemerintah daerah sudah mengeluarkan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) karena pandemi ini semakin menjangkiti banyak orang dan memakan korban. Harus mematuhi protokol kesehatan (pakai masker dimanapun, cuci tangan dengan sabun/ handsanitizer, social dan physical distancing serta menjaga imun tubuh), Sekolah dan kantor dilakukan secara daring dari rumah, menghindari tempat umum dan kerumunan, bahkan mall sekalipun tutup kecuali supermarket/ pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari, kapasitas penumpang dalam kendaraan maksimum 50% dari kapasitas sebenarnya dan sebagainya demi menekan angka yang terjangkit virus ini.

Jujur yang tadinya awalnya agak santai, lama-lama khawatir melihat perkembangan ini. Aku mulai mencari tahu informasi melahirkan di era pandemi ini. Semakin mencari tahu, semakin mendapat informasi dan semakin khawatir. Sampai akhirnya aku dan suami memutuskan untuk langsung konsultasi dengan dokter via whatsapp. Alhamdulillah obgyn ini sangat tanggap jika dihubungi via chat. Intinya, tidak usah khawatir, tetap ikuti protokol kesehatan, jaga imun tubuh, insyaAllah semua lancar. aamiin.

Menjelang persalinan, ada beberapa protap (protokol tetap) yang harus dilakukan oleh setiap Ibu yang akan melahirkan, antara lain menunjukkan hasil rapid test non reaktif yang masa berlakunya satu minggu, tidak boleh ditemani saat proses melahirkan, hanya boleh ditemani 1 orang saat di ruang rawat inap dan tidak diperkenankan menjenguk pasien. Bismillah... insyaAllah semua ada hikmahnya, akhirnya kami menanda tangani surat persetujuan, administrasi rumah sakit, dan ditetapan insya Allah tanggal 28 Mei 2020 akan dilakukan tindakan operasi caesar.

---

Detik-detik Melahirkan



28 Mei 2020 pukul 06.00 pagi setelah drama abang Zayd nangis pengen ikut (kebangun karena aku cium sebelum berangkat ke rumah sakit 😓) kami meluncur ke rumah sakit. Setelah serangkain prosedur rumah sakit akhirnya kami diantar ke ruang rawat inap menunggu untuk dilakukan pembedahan pada pukul 12.00 WIB. Berusaha tetap tenang, meskipun tetap deg-degan dengan perbanyak dzikir dan baca Al-Qur'an. 

Nah, karena lahiran kali ini spesial tanpa sederetan keluarga yang menemani, aku dan suami sudah merencanakan/ bagi tugas tentang apa-apa yang harus kami lakukan selama aku melahirkan. Misalnya, ketika bayi keluar suami terus mengikuti bayi sampai ke ruangan bayi untuk diadzani, pengurusan ari-ari dan sebagainya. Sedangkan tugasku ya insyaAllah melahirkan aja lah 😂 dan insyaAllah sudah menyiapkan mental kondisi tubuh pasca operasi (Pada kelahiran pertama, pasca operasi aku menggigil parah dan nge-fly efek obat bius).

Pukul 11.30 dijemput suster dan dibawa ke ruangan operasi. Suami menunggu di luar ruang operasi dan ga boleh masuk ke ruangan transit sekalipun. Jadi, masuk ruang transit udah sendiri aja tuh sambil tiduran. Sambil menenangkan diri dan menunggu diri ini dibawa ke ruang operasi, tiba-tiba obgyn ku datang dari (kalau ga salah) ruangan ganti baju. Langsung deh nyapa "Puut, gimana udah ready? grogi gaa?" #eak santuy banget ni dokter hehehe alhamdulillah. Yaudah, beberapa menit kemudian aku ganti jilbab operasi dan dibawa masuk ke ruang operasi. HM....

Aku berusaha merekam detik detik operasi ini sebaik-baiknya, menerka nerka apa saja yang para dokter dan para suster lakukan di ruang operasi. Setelah disuntik spinal, aku disuruh terlentang di meja operasi. Disuruh angkat kaki, aku nurut. Eh tapi kok kakinya ga baal, masih berasa dan masih bisa gerak. Aku masih bilang sama dokternya, "Dok.. jangan dibelek dulu dokk. ini kaki saya masih bisa diangkat". Deg-degan coy kalo obat biusnya gak bekerja. Dokternya ketawa aja 😅 sambil bilang "lah ini udah saya sayat kok, gak berasa kan?" HMM...  eh bener aja, pas lihat dari pantulan kaca lampu operasi di atas, darahnya udah banyak yang keluar 😅. Sambil bilang sama susternya, untuk menggeser kaca lampu di atas agar aku gak bisa ngelihat perut aku dibelek. 

Dalam hitungan detik, dokter mendorong perutku dari atas ke bawah, kemudian "Plek" alhamdulillah Shafiyya Aliya Nafisa lahir ke dunia dengan tangisan yang sangat kencang. Susternya sambil nanya, "Bu.. di USG bayinya laki-laki atau perempuan bu?", "Perempuan, sus", "yak alhamdulillah adek bayinya udah lahir ya bu.. perempuan. Selamat ya bu". Setelah Shafiyya dibersihkan, langsung diletakkan di dadaku untuk IMD. Jujur IMD kali ini agak lama ya dibandingkan waktu Zayd dulu. Ya even ga lama lama amat hehe. Tapi alhamdulillah Shafiyya langsung nyaplok nipple ibuknya. Tak lupa prosesi ini diabadikan oleh suster yang bertugas. Setelah itu, Shafiyya diobservasi dan dibawa keluar ruang operasi untuk dibawa ke ruangan bayi.



Alhamdulillah melahirkan sudah selesai, tinggal menggigilnya. Setelah keluar ruang operasi dengan kondisi yang alhamdulillah sesadar-sadarnya dan sesegar segarnya, di ruangan transit aku terus dzikir dan menunggu sensai menggigilnya datang. Tidak lama kemudian kasur rawat inapku datang dan aku dipindahkan ke kasur rawat inap. Setelah itu aku dibawa keluar pintu ruang operasi depan dengan kondisi yang alhamdulillah masih segar, belum menggigil. Di sana, ketemu suami yang lagi nungguin dan kami dadah dadahan 😅 Suami sambil senyum lebar dia nanya "Udah selesai?", "Alhamdulillah Udah" balas aku. 

Sampai di ruang rawat inap, aku masih nunggu sensasi menggigil. Suami nanya "kok kamu kayak gak abis operasi? tidur gih istirahat dulu". Jujur saat itu aku seger se seger segernya, gak bisa tidur dan masih menanti sensasi menggigil. Aku bilang ke suami "Kok aku belum menggigil yah ?! oh mungkin nanti malem kali ya menggigilnya". Begitu malam tiba, adek bayi diantar ke ruanganku dan kami belajar menyusui deh hehe. Eh tapi kok gak menggigil juga kita??. Saking penasarannya sampai tanya suster "Sus, kok saya gak menggigil ya?", jawaban suster cuma "Mungkin ibu obat biusnya yang bagus kali ya bu". Dalam hati cuma bilang "alhamdulillah, tapi masa iya?". Ini akan jadi PR untuk nanya ke dokter kalau ada dokter visit hehehe. Tapi alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah.. segala puji bagi Allah, alhamdulillah kami dikaruniai 2 malaikat kecil yang insyAllah akan menjadi penyejuk mata dan hati kedua orang tuanya, anak-anak yang taat dan dekat dengan Allah SWT aamiin YRA.



Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT yaa manteman. Mohon doanya untuk Shafiyya.

Salam,
Puput Utami.

Read More

DISINAR (PHOTOTERAPHY/ FOTOTERAPI)

June 22, 2020

No comments


Seminggu setelah adik lahir, waktunya untuk check up ke DSA untuk timbang berat badan yang harus/ paling tidak berat badannya seperti saat berat badan lahir dan periksa bilirubin. Dua hari sebelumnya, aku sempet "Deg" ketika mendengar komen bahwa adik terlihat kuning. Seketika malam setelah mendengar komen itu, aku jadi mellow. Curhat sama suami, beliau bilang gak usah dengerin komentar-komentar, kita dengar langsung saja komentar DSA.

Hari kontrol ke DSA tiba. Udah deh pasrah aja sama Allah SWT. Ketika timbang berat badan, alhamdulillah bb nya udah balik modal dari bb lahir, selain itu motoriknya juga alhamdulillah bagus, tinggal cek kuningnya aja nih. Dokter bilang, memang anak kami terlihat kuning, maka dari itu adik dirujuk untuk periksa bilirubin di lab.  Lalu dokter tanya, golongan darah ku dan adik apa. Ternyata salah satu penyebab kuningnya itu adalah adanya ketidak cocokan darah kami berdua, atau disebut juga ABO incompability. Ini pasti terjadi jika sang Ibu bergolongan darah O dan si bayi bergolongan darah selain O, misal A, B atau AB. 

---
Perbedaan darah antara Ibu dan bayinya saat dalam kandungan sebenarnya tidak menjadi masalah. Tapi saat si bayi lahir dan terpisah dari tubuh Ibunya, otomatis tubuh si bayi menganggap darah O yang ada di dalam tubuhnya sebagai benda asing, sehingga sel darah putihnya memecah si sel darah O dan hasil pemecahan itulah yang menjadi bilirubin. Kasus ini alhamdulillah gak terjadi waktu zamannya Zayd, karena kebetulan golongan darah Zayd sama dengan golongan darah ku. Zayd tetap kuning, tapi kuningnya gak sampai yang bikin disinar di rumah sakit.

---

Melihat anak sendiri diambil darah hati ini rontok. Anak sekecil itu diambil darah, lama pula huhuhu. Tapi mau gimana lagi.

Satu jam kemudian hasil bilirubin keluar dan  menunjukkan bilirubin adik lewat dari kadar bilirubin standar normal. Otomatis dokter menyarankan untuk di fototerapi/ phototeraphy di rumah sakit selama 2 hari. InsyaAllah kata beliau setelah difototerapi/ disinar, kadar bilirubinnya turun. Awalnya sempet ragu, masa berangkat ke rumah sakit bawa anak, pulang ke rumah anaknya ditinggal di rumah sakit? hiks. Sempet denial dan meyakinkan dokter untuk bisa dirawat di rumah. Dokter mengiyakan, dengan catatan kalau ada apa-apa segera ke rumah sakit. 

Giliran dokter setuju sama permintaan aku, aku nya jadi jiper sendiri hehe. Bagaimana dengan suami? suami sebenarnya lebih prefer ikut saran dokter, tapi menyerahkan keputusan ke aku karena beliau paham sikon psikologis aku saat itu yang baru lahiran, bekas lahiran masih nyut-nyutan, anak musti dirawat di rumah sakit pula. 

Sampai pada akhirnya aku putusin adik bayi disinar aja huhu Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah mengurus administrasi, adik langsung dibawa ke ruangan fototerapi. Di sana sudah ada satu bayi laki laki yang juga sedang disinar. Di ruang fototerapi aku masih bisa nanya nanya sama bidan, apa yang harus dibawa untuk keperluan adik selama disinar dan aku dipersilahkan untuk menyusui dulu sebelum adik ditinggal di rumah sakit. Tapi karena sebelum ke ruangan bayi aku sudah menyusui adik, jadi waktu disusui lagi adik ogah-ogahan. Entah kenapa jadi makin mellow huhu.

Barang-barang yang harus aku siapkan selama adik di rumah sakit (kira-kira untuk 2 hari 2 malam)
  1. Diaper/ popok bayi sekali pakai
  2. Tisu basah
  3. Peralatan mandi
  4. ASIP (asi perah)
  5. SUFOR (untuk jaga-jaga. Karena yang namanya bayi disinar memerlukan banyak cairan). Dan sufor ini sudah aku dapat dari rumah sakit waktu melahirkan, jadi gak perlu beli lagi.
Alhamdulillah di rumah ada sedikit stok ASIP, jadi setidaknya sehari 2 kali aku setor ASIP ke rumah sakit untuk diberikan ke adik. Tapi aku juga menandatangani surat persetujuan rumah sakit untuk memberikan sufor kepada adik. 

Setelah menyusui, aku menyerahkan bayiku sambil melihat treatment para bidan ke bayi yang sudah disinar lebih dulu. InsyaAllah aku mantap dengan pelayanan rumah sakit tempat aku melahirkan ini. Akhirnya kami pamit ke bidan yang sedang bertugas saat itu untuk pulang ke rumah dan menyiapkan kebutuhan adik di rumah (Alhamdulillah jarak rumah ke rumah sakit gak jauh). Begitu keluar rumah sakit, pak hasben langsung merangkul pundak dan memeluk aku sambil jalan menuju tempat mobil kami diparkir. Yahhhh... langsung merebes mili dong hahaha. Padahal udah nahan nahan gak nangis dari tadi. Untung ketutupan sama masker dan kacamata, jadi gak kelihatan kalau lagi nangis hehe.

--
Selama 2 hari 2 malam itu kami bolak balik rumah sakit untuk menyerahkan ASIP. Alhamdulillah hari terakhir adik disinar, aku ditelfon rumah sakit kalau anakku sudah bisa pulang karena bilirubinnya sudah turun. Pesan DSA anakku saat itu ada dua: harus dijemur setiap hari, diantara pukul 07.00 - 08.00 dan diberikan ASI secara langsung sesering mungkin,  jangan dikasih ASI perah.

Alhamdulillah akhirnya adik pulang ke rumah. Abang Zayd gak sabar nunggu adik pulang karena mau kasih hadiah buat adik, masyaAllah.

Semoga dikontrol dan imunisasi pertama adik nanti berjalan lancar, dan sehat-sehat semuanya. aamiin
Read More