MENU

February 17, 2017

Zayd First Flight #1




Di saat ibu-ibu hamil dengan nyamannya pergi ke sana ke mari naik pesawat, saat hamil aku memilih berdiam diri di Jakarta dan gak kemana-mana. Walaupun dokter bilang usia kandunganku saat itu sudah aman untuk bepergian, tapi entah kenapa parno aja gitu. Padahal gak ada kejadian apa-apa. Sampai akhirnya, lahir lah Zayd. Sama seperti waktu hamil, perasaan takut kemana-mana bawa bayi tuh ada aja.. Padahal mah sebenernya gak perlu ada yang ditakutin. Wong spog ku waktu itu cerita, dia bawa bayi nya yang baru berumur 2 minggu naik pesawat dan baik-baik saja. Bahkan ada temanku yang usianya selang 1-2 bulan dengan Zayd sudah dibawa naik pesawat dengan durasi penerbangan 15+ jam dan alhamdulillah gak apa. Tapi balik lagi, takutt! dan alasanku waktu itu adalah "kondisi kehamilan/ bayi kan gak ada yang sama". Jadi aja lebih "cari aman" dulu deh sementara waktu. Sampai akhirnya, usia Zayd memasuki bulan ke 6 kurang 5 hari, menjadi pengalaman pertama aku setelah kurang lebih 15 bulan "mendekam" di Jakarta dan juga pengalaman travelling pertama buat Zayd pergi ke luar kota sekaligus naik pesawat. Yaaay! 

Asikk.. Zayd mau naik pesawat, Ibukkk!
Seperti biasa, udah dari jauh-jauh hari googling ini itu perihal travelling naik pesawat bersama bayi, seperti cari tahu persiapannya apa aja, tindakan apa yang harus kita lakukan, do's & don'ts travelling sama bayi, baca pengalaman travelling ibu-ibu di ranah internet dan sebagainya yang berujung.. puyeng. Lesson learned, gak usah terlalu banyak baca di internet yaaa buibuk! Karena ujungnya bisa puyeng dan ribet sendiri. Apalagi bacanya di online shop yang terindikasi UUJ (Ujung-ujungnya Jualan). Bacalah seperlunya dari situs lembaga resmi dan terpercaya, sisanya niat, berdoa dan eksekusi. Nah, kali ini aku mau share apa aja persiapanku waktu travelling bawa bayi, but again, setiap anak beda-beda. Alhamdulillah Zayd so far anaknya easy, ibunya aja yang agak rempong. hahaha.

TAS/ KOPER

Destinasi travelling perdana bersama Zayd ini adalah kota kelahiran suami, Medan, dengan waktu stay 2 hari 1 malam. Cepet ya bok! Yupss.. hari Seninnya mesti balik kantor lagi soalnya. Kebetulan waktu itu terbang ke Medan untuk menghadiri pernikahan adik (atau, kakak?!) ipar. Jadi diusahakan untuk hadir dong ya pastinya. Barang bawaanku itu 1 koper berukuran sedang dan tas ransel yang isinya toiletteriesnya bayi dan barang-barang ringan lainnya. Btw, pergi sama bayi gini bawaannya mendominasi hampir 60% isi koper lhooo. Karena masih bayi, memang harus dipikirkan kemungkinan bajunya akan kena basah/ kotor lebih sering. Kotor di sini salah satunya karena gumoh pasca minum susu. Tapi biasanya umur 5 bulan ke atas udah jarang gumoh-gumoh gitu sih. Tapi ya tetep lah ya..sedia payung sebelum hujan. Jadi bawa baju, kaus dalam, popok, harus dilebihin pake banget. Sampai di bandara, koper pakaian masuk ke bagasi, ransel dibawa ke pesawat. Aku berusaha membawa barang bawaan sesimpel mungkin dan gak rempong waktu harus mobile di bandara, apalagi kali ini bawa bayi ya khaan. Evenada yang bantu, tetap semuanya harus terorganize, prepare, pokoknya se-mudah mungkin tanpa meninggalkan hal yang penting

PAKAIAN

Pakaikan bayi dengan pakaian yang nyaman, yaitu pakaian yang gak sempit tapi yang gak longgar juga dan pilihlah pakaian berbahan lembut. Kalau aku pilih bahan kaos untuk dipakai Zayd kemarin (jumper pendek + legging). Nah, karena biasanya di pesawat air conditionernya dingin, aku pakaikan Zayd kaus kaki dan jaket rajut biar gak terlalu berat tapi tetap nyaman. Oiya, kebetulan Zayd belum berontak kalau dipakaikan topi, jadi aku pakaikan topi kupluk selama perjalanan. hihi

Untuk ibunya, yang pasti cari baju yang nyaman dan simpel juga yaa buibu. Yang gampang untuk menyusui either dari depan atau dari bawah. 

BABY CARRIER

Baby carrier (gendongan) ini the most important thing kalau travelling sama bayi. Makanya, sebisa mungkin dapetin gendongan yang nyaman (nyaman dipakai dan nyaman di kantong tentunya hehe) buat ibu  atau si penggendong dan bayi nya. Kalau aku alhamdulillah so far cocok sama hip seat ini. Memang agak bulky sih, tapi kalau pakai gendongan ini ibunya gak pegel dan Zayd juga gak pegel karena ada dudukannya. Maklum buibu, BB Zayd udah lumayan sekarang, kalau digendong tanpa gendongan, alhamdulillahh ibu gak perlu nge-gym lagi ya bang *ngomong sama Zayd*.

Hip seat ini menolong aku banget. Jadi, di saat gendong Zayd di depan kayak gini, secara bersamaan di belakang gendong ransel juga, udah deh tinggal jalan.. mau lari-lari kecil juga bisa. Alhamdulillah anaknya anteng dan lucunya kalau liat aku pakai hip seat warna orange ini, Zayd langsung napsu banget minta digendong hahaha. Oiya, untuk baby carrier aku cuma pakai hip seat ini, jadi kalau ada yang tanya bedanya apa sama ergobaby/ babybjorn, jujur aja aku belum pernah coba pakai. Tapi sepertinya kalau ergobaby/ babybjorn gak pakai dudukan kayak hipseat ini ya. Nanti kalau aku udah coba, insyaAllah aku share di blog ini.

Oiya, aku pakai hip seat merk Jerry Baby Fly. Kenapa pilih merk ini, karena spesifikasinya cocok, dudukannya luas, bahannya waterproof, ada droll pad (tatakan iler) di 3 titik, ada penutup kepala, terus ada bonus tas kecil jugaak. Yang terpenting dengan spek dan kualitas yang menurutku oke, harganya juga cocok di kantong. hihihi  

Kenapa gak pakai stroller?

Ribet buibuuu.. Apalagi kalau stroller harus dititip ke bagasi ya kalau ga salah. Jadi daripada bawa gendongan/ hip seat dan stroller, aku prefer bawa hip seat saja. Apalagi aku berfikir di tempat tujuan gak akan ada waktu untuk pakai stroller karena pastinya bakal mobile banget. Kecuali kalau nanti mungkin akan travelling dalam jangka waktu yang lama dan possible pakai stroller, ya pasti akan bawa stroller.


EARMUFF

Banyak yang nanya waktu aku update instastory dan bawa Zayd naik pesawat, Zayd pakai earmuff atau engga. Jujur aja, jauh-jauh hari sebelum hari H berangkat travelling ini aku sempet browsing ini itu soal persiapan bawa bayi naik pesawat. Dan semakin digoogling, perintilannya makin banyak yaaa pemirsah! haha.. Tadinya aku mau beli earmuff, tapi dipikir-pikir pasti dipakenya ga sering atau bahkan cuma kepake sekali. Itu juga kalau kepake, kalau anaknya ga betah pas dipasang earmuff kumaha? Dan pastinya Zayd bakal cepet gede dan insyaAllah lama-lama akan terbiasa dengan lingkungan sekelilingnya. hahaha ribet ya ibu-ibu mikirnya. Akhirnya, aku putuskan untuk sewa aja di babyloania, cukup 69.000 Rupiah aja sewa seminggu. Tapi dipikir-pikir lagi, penting ga sih sewa? hahaha. Akhirnya, berakhir dengan kalimat "BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM" Zayd ga pakai apa-apa waktu perdana naik pesawat ini. Alhamdulillahirabbil'alaminn.. berbekal lillahita'ala, dipakaikan topi kupluk yang menutup telinga, dikasih nenen dan bercanda sambil ketawa-ketawa (Sambil sesekali ditutupin telinganya) penerbangan perdana Zayd mulussss tanpa earmuff. hihi

ZAYD DI DALAM PESAWAT



Bagaimana tricknya membawa bayi naik pesawat? intinya, si ibu harus bayak-banyak positive thinking dan seloww (lebih ke -menyerahkan semua kepada Ilahi Rabbi- sih kalau aku :p). Kalau bisa, ambil penerbangan yang bertepatan dengan jadwal tidurnya. Tapi berhubung gak memungkinkan untuk ambil penerbangan di jam tidurnya Zayd, yaa udahlah ya.. bismillah aja.

Kami ambil penerbangan pukul 5 pagi, yang artinya setidaknya sudah di airport jam 3 pagi atau paling lambat setengah 4 pagi. Dari jam 2 pagi, Zayd udah seger aja matanya.. kayaknya dia tahu kalau mau jalan-jalan naik pewawat hehe. Jam setengah 5 boarding, kondisi Zayd masih segar bugar tapi agak mulai bengang-bengong ngantuk. Sampai pesawat, ibunya usaha biar si bayi mau nenen dan tidur, alhamdulillah mau nenen tapi gak sampe 5 menit. Pesawat mau take off, dia ngajak bercanda. Posisi pesawat sudah stabil, ehhh si bayi nangis ngantuk, tapi gak mau dinenen sambil duduk, maunya sambil berdiri. EAAAKKKKKKKK 

Yaudah, akhirnya aku ambil gendongan jarik dan mau dibawa jalan-jalan, tapi tetep si Lucu masih nangis ngantuk, bahkan gak mau digendong pake jarik. Kayaknya dia lagi nyari posisi pewe buat bobok. Akhirnya Zayd digendong mbah Kai nya (red- Kakek) dan mukanya Zayd ditempel ke pipi mbah Kainya. Sambil dibacain Juz Amma, gak butuh waktu lama, Zayd langsung tertidur aja gitu. Alhamdulillah.. anak pinterrr! Alhamdulillahnya lagi, Zayd baru bangun pas mau landing.. cihiiyy.

Begitu juga pulangnya, Alhamdulillah Zayd tidur dari pas masuk pesawat sampai udah nyampe di mobil menuju pulang ke rumah. Nah kan, untung belum beli/ sewa airmuff hehehehe.

 
Wajah segar setelah tidur 2 jam



Alhamdulillah perjalan travelling perdananya abang Zayd naik pesawat suksesss. Semoga travelling selanjutnya sukses juga yaaa anak Ibu.. aamiin.

Next post insyaAllah aku akan bahas pelayanan dua maskapai penerbangan yang aku tumpangi dan bagaimana mereka men-treat penumpang bayi. Semoga postingan ini bermanfaat yaaaa

Love,
Puput 

3 comments :

  1. Abang udah gede aja, sehat sehat ya abang zayd....ditunggu post selanjutnya dekput 😉

    ReplyDelete
  2. Ih Pinter ya adik Zayd tidur 😍😍
    Pengalaman pertama jg aku nggak pake earmuff mba. . Alhamdulillah lancar, tapi nggak tdr di Pesawat..Minta turun dr pangkuan krna lg seneng bljr brdiri 😅
    Ayok dik.. jalan2 lagiii ^^

    ReplyDelete

Thank you for your visit and comment!