MENU

January 10, 2016

Haruskah Kita Terpaku dengan Dress Code?


Sepertinya udah lamaaa banget gak foto ootd. Ini pun foto nya diambil beberapa minggu yang lalu saat menghadiri suatu acara (update acaranya menyusul). Kebetulan dalam acara ini, semua teman-teman yang hadir janjian memakai dress code hitam. Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, untuk acara casual dan informal, bahwa dengan adanya warna dress code bukan berarti kita harus serta merta memakai baju dengan tone yang sama dari atas sampai bawah. Bahkan aksesorisnya pun tidak harus dengan warna yang sama. Karena entah kenapa, sorry to say, menurutku kalau pakai warna senada dari atas sampai bawah termasuk aksesorisnya, kelihatannya lebih mirip bunglon dari pada dress code :D.

Mungkin untuk beberapa warna, oke-oke saja dipakai dari atas sampai bawah, semisal warna hitam. Tapi kalau warna merah terang menyala yang dipakai, yang ada estetika nya terlihat kurang aja sih menurutku. Ingat dong tokoh tante rambut palsu di telenovela Dulce Maria? nah, si tante rambut palsu malah kelihatan lebih seperti bunglon karena warna yang dipakai selalu sama dari atas sampai bawah, termasuk lipstiknya. Lebih jauh dari itu, karena beberapa kali aku melihat ada beberapa orang merasa terkungkung dengan yang namanya dress code. Dibela-belain cari warna yang dimaksud, pas sampe ke venue ternyata ya ga semuanya plek plekan pakai dress code. Malah ada yang memakai dress code hanya formalitas saja. either roknya saja yang mengikuti dress code, atau bajunya saja, bahkan hanya warna tas nya saja.

Anyway, pada ootd kali ini, karena aku udah mulai agak bosen dengan warna hitam dari atas sampai bawah, jadi dalam ootd kali ini aku me-mix dress code hitam dengan warna putih dan dikontraskan lagi dengan warna biru untuk hand bag ku. Jadi terlihat lebih seger kan kalau kita mix dress code dengan warna lain?!. so, jangan terpaku dengan dress code and be different*.

OUTFIT | Outer by Restu Anggraini | Pants by XSML | Shoes by Staccato | Hand bag by Bellagio


*in a good way tentunya

3 comments :

  1. Hmmm...menurutku kalo terlalu terpaku sama dresscode malah kesannya kurang fun, dan kadang alo temanya 'bukan kita banget' malah gak jadi diri sendiri pas dateng.
    Eniewei suka sama analogi tante Estefania alias Tante Rambut Palsu! Hihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indeed.. hihi thank you for reading ratriiii

      Delete
  2. Hai Puput, salam kenal. Aku suka lihat IG Puput, buat cari inspirasi cara berpakaian yang pas buat yang badannya imut :)

    ReplyDelete

Thank you for your visit and comment!