MENU

December 3, 2014

Let's Get Lost in Macau : Jelajah Macau Hari ke-2

Hari kedua di Macau dimulai dengan mengunjungi Macao Giant Panda Pavilion atau bahasa kerennya -kebun binatang-. Excited sekali karena setelah 1000 tahun lamanya akhirnya berkunjung ke kebun binatang, di luar negeri pula! #kalem haha. Berbeda dengan kebun binatang lainnya, di MGPP ini sebenarnya rumah khusus seekor Panda bernama, Kai-Kai.




Masya Allah, lucu banget si Kai-Kai. Beruntungnya saat kami berkunjung ke MGPP ini Kai-Kai sedang menyantap sarapan paginya, lincah banget. Biasanya, orang-orang yang berkunjung hanya kebagian melihat Kai-Kai sedang tidur karena menurut guide kami, Kai-Kai ini kerjanya makan tidur makan tidur saja. Jadi, kalau ada yang kerjanya makan tidur makan tidur berarti mirip sama.....?

Selanjutnya, kami menuju ke arah Coloane Village. Semacam perkampungan yang suasananya perpaduan antara Eropa dan Asia. Sebagai peninggalan bangsa Portugis sebenarnya sudah maklum kalau tata kotanya Eropa banget. Perbedaannya dengan di Indonesia, perkampungan di Macau ini terjaga dan tertata dengan baik sebaik-baiknya, bersih dan rapi. Oiya, di Coloane ini juga ada satu toko roti terkenal bernama Lord Stow's Bakery. Konon, egg tart yang ada di toko ini adalah yang paling enak se Macau. Harga per lusinnya 90 $HK dan memang rasanya lebih gurih daripada yang ada di hotel. Tapi tetap lebih enak yang ada di Jakarta :D

foto diambil dari akun twitter @amrazing. ga tau kenapa ada hitam-hitam di mata sebelah kiri (dari sisi Anda), padahal aslinya ga kaya gitu tapi waktu diupload ke blog jadi ada tandanya begitu ~
Bertolak dari Coloane, kami mampir ke salah satu restoran Portugis bernama Miramar di daerah Hac-Sa. Alhamdulillah ya diundang MGTO, jadi kami bisa mendatangi tempat-tempat terbaik di Macau hehe. Berhubung udah laper banget, jadi kali ini saya ga sempet foto-fotoin disaat teman-teman yang lain sibuk foto-fotoin makanannya dengan berbagai gaya (maklum perginya sama blogger, selebtwit dan lain lain).

Selesai makan-makan, kami menuju ke Historic Center of Macau. Di sini kami bertemu banyak sekali icon-icon yang digadang-gadangkan oleh Pemerintah Macau seperti Ruins of St Paul, St Dominic Church, Senado Square, Museu de Macao dan masih banyak lagi. Dibandingkan 4 tahun yang lalu saat pertama kali ke Macau, pembangunan Macau saat ini sangat pesat dan sedang dilakukan beberapa mega pembangunan yang tujuannya adalah menarik minat wisatawan terhadap Macau. Salah satunya di sekitar Historic Center of Macau ini.

Museu de Macao
Di Museu du Macao atau Museum Macau ini banyak yang bisa kita temukan. Mulai dari peta perdagangan jalur sutra, kolonialisme di Macau, kehidupan tradisional, kebudayan Macau dan Portugal, kostum-kostum petinggi Macau jaman dulu, porselen, diorama, mini theater dan masih banyak lagi. Namun, yang paling menarik perhatian saya adalah...

Kereta atau tandu untuk pengantian wanita di China
Jadi inget sama film-film China jaman dulu yang suka ada vampir nya. Dilihat dari ornamen-ornamen dan material yang ada, kereta ini pasti berat dan akan lebih berat (lagi) jika di dalam ada orangnya. Terus ngebayangin pengantin yang keluar ga kalah heboh sama dandanan kereta atau tandu ini. Kebayang gimana jadi orang-orang yang ngangkat :( Oiya, tadinya mau foto di dalam kereta ini, tapi sayang ga boleh dipegang pun..huf


Setelah puas keliling Museu de Macao, kita bergerak menuju Senado square. Hari itu Senado Square ramai sekali dengan pengunjung. Karena emang dasarnya saya kurang suka tempat ramai meski di tempat belanjapun dan di Senado ini ga ada yang menggugah selera, akhirnya saya memilih duduk-duduk selonjoran di depan barisan toko-toko dan gereja bersama teman-teman yang lain. Kemudian 1 jam  berlalu dan bulan mulai keluar dari peraduannya. Kami melanjutkan perjalanan ke Macau Fishermen's Wharf untuk makan malaaaam!

Pohon Cemara besar bertuliskan angka 15 dalam rangka memperingati the 15th Anniversary of the Establishment of Macau SAR

Saat sampai di pintu masuk Macau Fishermen's Wharf (MFW) ini kami disambut dengan bangunan mirip Colosseum di Roma, Italia, kereen. Ya.. hitung-hitung pemanasan dulu lah ya sebelum liat Colosseum yang beneran di Italia hehe. Nah, di sepanjang MFW ini banyak restoran dan tempat hiburan. Bentuknya seperti ruko-ruko tapi ala Eropa. Geser sedikit, ternyata ada mini pelabuhan yang romantis banget lampu-lampunya. Pas banget kebetulan anginnya lagi sepoi-sepoi banget, bikin perut makin kruyukan minta diisi. Alhamdulillah, pucuk dicinta ulampun tiba. Kami diajak ke salah satu restoran bersertifikat halal di Macau *sumringah* :D



Restoran bersertifikat halal ini menyajikan menu-menu ala India. Dari semua menu-menu yang disajikan ternyata tidak semua cocok di lidah saya *hiyaaah. Untungnya ada Roti Canai, Acar India, roasted chicken, (mirip) udang saus padang, (mirip) rendang, pampeda, apple sparkling water dan beragam buah-buahan. Eh banyak juga ya kalo disebutin... hehe daaan Alhamdulillah, happy tummy! Makasih MGTO dan VIVA.

Pulang dari makan-makan langsung kembali ke hotel, masuk kamar masing-masing dan...tidur.

Salaam,
Puput Utami

2 comments :

  1. aku terpesona sama foto pertama. selain gambarnya bagus, liat kamu pake sepatu model hak gitu buat jalan-jalan, hebatt bangettt hihihi. aku sih udah gempor :D

    ditunggu cerita selanjutnya di Macau ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. tunggu post berikutnya tentang sandal ber-heels ini yaa :p hehe

      Delete

Thank you for your visit and comment!