MENU

March 23, 2014

Spiritual Journey : Preparation

Assalammualaikum ,

Alhamdulillah di kesempatan kali ini saya mau sharing tentang perjalanan selama menunaikan ibadah umroh. Ga nyangkaaa alhamdulillah banget-bangetan Allah memanggil kami sekeluarga untuk bertandang ke tanah suci Makkah dan Madinah lagi. Awalnya rencana mau umrah lagi udah dari tahun-tahun sebelumnya, tapi kembali lagi yang namanya manusia berencana, Allah yang menentukan. dan alhamdulillah di tahun 2014 ini Allah menjawab doa kami dan mengizinkan kami untuk kembali berkunjung dan beribadah di rumah Allah tersebut.

Prosesnya bisa dibilang cepat. Pertengahan bulan Januari saya dikabari oleh orang tua untuk berencana pergi umrah. Saat itu baru announcement aja, tapi announcement tersebut saya amin-i dalam hati, semoga didengar oleh Allah. Akhir Januari, ayah saya meminta disiapkan segala kebutuhan administrasi. Bismillah, saya sekeluarga berikhtiar dengan menyiapkan dokumen seperti passport, foto, visa, buku kuning, urusan cuti kantor dan sebagainya. Sekitar dua minggu kemudian, papa menerima itenary perjalanan umrah dari pihak travel. Dan Alhamdulillah ternyata Allah menjawab ikhtiar kami dengan meridhoi kami untuk berangkat ke tanah suci. Segala urusan administrasi lancar, visa keluar, surat kuning sudah didapat dan cuti alhamdulillah diterima.

Satu minggu sebelum keberangkatan kami menerima koper dan peralatan umrah dari travel kami. Apa yang terjadi? Melihat koper travel sampe di rumah saja, ka'bah udah berasa ada di depan saya, speechless ga percaya akan pergi ke tanah suci secepat ini, terharu subhanallah. Sekali lagi pepatah yang berbunyi "kalau udah rezekinya, ada aja jalannya dan semua proses dilancarkan" terbukti. MashaAllah, maha besar Allah :'))). Kemudian, H-2 sebelum berangkat kami mengikuti manasik umrah yang diadakan oleh travel kami. Ohiya, kemarin kami ikut Tima Travel atas rekomendasi dari teman orang tua saya.

Nah, di post kali ini saya coba untuk merangkum persiapan apa saja yang disiapkan menjelang umrah kemarin.

1. Luruskan niat dan perbanyak amalan sunnah. Niat adalah awal dari segala apa yang akan kita perbuat dan niat kita semua ditujukan untuk mencari Ridha Allah, inshaAllah segala urusan kita dilancarkan dan diridhai oleh Nya. Perbanyak istighfar, dzikir, shalawat, pasrah kepada Allah dan jangan lupa banyak baca tentang step-step ibadah umrah sebagai bekal ketika nanti kita melaksanakan ibadah umrah.

2. Dokumen Administrasi. Meliputi passport, visa ( foto background putih 4X6 6 lembar, akta kelahiran, akta nikah-bagi yang sudah menikah, surat mahram-bagi wanita yang pergi sendiri) dan surat kuning. Alhamdulillah untuk urusan visa, ticket, hotel, dibantu semua oleh pihak travel.

3. Vaksin Meningitis. Vaksin ini bertujuan untuk menghindari penularan virus meningitis meningokokus (radang otak) antar para jemaah umrah/ haji. Apalagi Indonesia dan Arab Saudi memiliki iklim yang berbeda, makanya vaksin ini penting. Nah, setelah vaksin dilakukan, kita akan diberikan buku berwarna kuning sebagai bukti bahwa orang tersebut sudah di vaksin yang nantinya akan dilampirkan untuk proses keberangkatan. Menurut beberapa sumber yang saya baca, pemerintah menjadikan vaksin ini sebagai syarat wajib semata-mata untuk kesehatan para jamaah sendiri.

4. Siklus Menstruasi (wanita). Sebagai perempuan yang setiap bulannya kedatangan tamu yang datang dari langit (red: datang bulan), harus banget diperhatikan dan dihitung tanggal berapa biasanya siklus menstruasi kita. Jangan sampai ketika sudah sampai di makkah/ madinah kita ga bisa beribadah karena lagi mens. Huhu sedih banget pastii, karena menurut saya pergi umrah/ haji ini susah. Kalau belum 'dipanggil' sama Allah, udah berikhtiar bagaimanapun juga belum tentu bisa berangkat. Tapi semoga kita menjadi bagian orang-orang yang dimudahkan dalam beribadah khususnya pergi haji dan umrah ya..aamiin.

Karena umrah kemarin alhamdulillah bertepatan dengan jadwal menstruasi saya. Mau ga mau saya harus menunda atau mempercepat siklus bulanan ini. Setelah konsultasi ke obgyn keluarga akhirnya saya diberikan prescription obat penunda haid Primolut N. Setelah googling sana-sini ternyata banyak orang yang sudah pakai primolut ini dan berhasil, asalkan diminumnya sesuai jadwal dan ga bisa telat sedikitpun. Misalnya, saya diberi dosis 2x sehari minum primolut dan saya mulai minum jam 9 pagi, kemudian jam 9 malam, besoknya diulang lagi jam 9 pagi dan begitu seterusnya.

5. Pakaian. Bawalah pakaian-pakaian secukupnya. Karena tujuannya ibadah, jadi bawalah pakaian yang sesuai dengan suasana dan kebutuhan. Biar ga kelebihan dan kekurangan pakaian yang dibawa, kemarin saya menyesuaikan pakaian dengan iternary dari travel. Kemudian baju-baju tersebut saya pisahkan dalam plastik dan diberi label (hari 1, hari 2, hari 3 dst) jadi nyampe sana sudah langsung tinggal pakai, ga pusing-pusing lagi mau pake baju apa, jilbabnya apa, meminimalisasi waktu juga karena mobilisasinya cepat. Lebih bagus lagi kalau bisa me mix and match baju yang dibawa hehe. Pakailah sandal/ sepatu yang nyaman, kaos kaki yang bagian tengah bawahnya bolong sangat saya rekomendasikan karena memudahkan kita perempuan ketika ambil wudhu ditengah-tengah perjalanan.

5. Perlengkapan lain-lain. Obat-obatan yang diperlukan, peralatan mandi ( sikat dan pasta gigi mini, shampo mini, sabun, handuk) walaupun mostly sudah disediakan di hotel, ga ada salahnya disiapin dari rumah. Charger handphone, kamera, tongsis/ monopod, sunglasses (penting karena walaupun udara di Makkah/Madinah dingin, mataharinya tetap terik) dan lain-lain.

Oiya, untuk provider handphone tadinya saya pikir perlu banget beli provider lokal untuk komunikasi ketika di Arab saudi. Tapi ternyata zaman udah canggih, saya tetap bisa berkomunikasi menggunakan provider Indonesia yang sudah bekerja sama dengan provider di Negara tujuan asalkan pulsa kita mencukupi dan pulsa orang yang kita hubungi juga cukup. Jadi karena area laki-laki dan wanita berbeda, saya bisa janjian dengan ayah saya dimana kami bertemu usai shalat di masjid. Selain itu, semua tempat saat ini sudah tersedia Wifi, jadi masih tetap bisa update walaupun kalau udah sampai Makkah/Madinah (biasanya) ga ada waktu juga buat update.

6. Tukar Rupiah dengan Riyal. Diusahakan ketika teman-teman mau berbelanja di Arab Saudi memakai mata uang negara tersebut (Riyal) saja, walaupun Rupiah, Ringgit dan Dollar Amerika di sana bisa digunakan. Selain repot kadang kita missed menghitung berapa Rupiah yang harus kita keluarkan untuk 100 Riyal, 250 Riyal, 386 Riyal dan seterusnya :D

Jadwal keberangkatan saya ke tanah suci tadinya tanggal 9 maret 2014, karena ada satu dua hal akhirnya mundur dua hari dan jatuh di tanggal 11 maret 2014. Perjalanan ibadah Umrah yang diprogramkan oleh travel adalah 9 hari dengan jadwal 3 hari di Madinah dan 4 hari di Makkah, 2 hari nya adalah perjalanan pulang dan pergi dengan mampir sebentar ke salah satu negara Uni Emirat Arab, Dubai.

Oiya, kami berangkat ber empat. Adian tidak ikut karena saat ini dia sedang dalam masa pendidikan di institusinya. InshaAllah kesempatan berikutnya sama keluarga komplit..aamiin YRA :) semoga bermanfaat ya, see you in the next spiritual journey post. 

Prince Muhammad bin Abdl Aziz International Airport, Madinah.


Bismillahirrahmanirrahim tanggal 11 maret akhirnya kami berangkat.
Labbaik Allahumma labbaik.. kami datang memenuhi panggilan dan melaksanakan perintah mu ya Allah.

4 comments :

  1. salam.

    Bisa tanya gak? kamu guna kamera apa ya? foto nya cantik banget! share info ya. thanks :)

    insert-takeout.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum wr.wb
    Mba puput, minta info dong untuk providernya pake apa? Trus apa dipaketin dulu ke gerai nya atau kah kita bisa langsung pake tanpa daftar roaming atau apapun asal pulsanya ada? Satu lagi ya mba, kira-kira berapa kisaran pulsa yg mesti kita punya untuk 9 hari disana? Makasih mba puput.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam wr. wb, aku pakai provider Telkoms*l dan gausah dipaketin mba. kemarin aku isi 100rb cukup untuk 9 hari dengan catatan hanya untuk telfon saja karena kalau paket data biasanya kena roaming dengan tarif 100rb/hari. Kalau untuk data/internet (bisa whats app/line/IG/path dan sosmed lain) aku mengandalkan wifi di hotel/ airport :D oiya, biar bisa telfonan, si penerima telfon juga harus ada pulsa ya mba, karena kalau salah satu tidak berpulsa tidak akan bisa nelfon. semoga membantu :))

      Delete

Thank you for your visit and comment!