Daily Style

Daily Style
Daily style, ootd, fashion inspiration, and etc

Personal Life

Personal Life
About the wedding, family, being a mum, being a wife, etc

Lifestyle

Lifestyle
reviews, youtube update, lifestyle update, socmed update, travel, skincare, beauty, etc

Thoughts

Thoughts
My thoughts about everything, quotes, etc

DISINAR (PHOTOTERAPHY/ FOTOTERAPI)

June 22, 2020

No comments


Seminggu setelah adik lahir, waktunya untuk check up ke DSA untuk timbang berat badan yang harus/ paling tidak berat badannya seperti saat berat badan lahir dan periksa bilirubin. Dua hari sebelumnya, aku sempet "Deg" ketika mendengar komen bahwa adik terlihat kuning. Seketika malam setelah mendengar komen itu, aku jadi mellow. Curhat sama suami, beliau bilang gak usah dengerin komentar-komentar, kita dengar langsung saja komentar DSA.

Hari kontrol ke DSA tiba. Udah deh pasrah aja sama Allah SWT. Ketika timbang berat badan, alhamdulillah bb nya udah balik modal dari bb lahir, selain itu motoriknya juga alhamdulillah bagus, tinggal cek kuningnya aja nih. Dokter bilang, memang anak kami terlihat kuning, maka dari itu adik dirujuk untuk periksa bilirubin di lab.  Lalu dokter tanya, golongan darah ku dan adik apa. Ternyata salah satu penyebab kuningnya itu adalah adanya ketidak cocokan darah kami berdua, atau disebut juga ABO incompability. Ini pasti terjadi jika sang Ibu bergolongan darah O dan si bayi bergolongan darah selain O, misal A, B atau AB. 

---
Perbedaan darah antara Ibu dan bayinya saat dalam kandungan sebenarnya tidak menjadi masalah. Tapi saat si bayi lahir dan terpisah dari tubuh Ibunya, otomatis tubuh si bayi menganggap darah O yang ada di dalam tubuhnya sebagai benda asing, sehingga sel darah putihnya memecah si sel darah O dan hasil pemecahan itulah yang menjadi bilirubin. Kasus ini alhamdulillah gak terjadi waktu zamannya Zayd, karena kebetulan golongan darah Zayd sama dengan golongan darah ku. Zayd tetap kuning, tapi kuningnya gak sampai yang bikin disinar di rumah sakit.

---

Melihat anak sendiri diambil darah hati ini rontok. Anak sekecil itu diambil darah, lama pula huhuhu. Tapi mau gimana lagi.

Satu jam kemudian hasil bilirubin keluar dan  menunjukkan bilirubin adik lewat dari kadar bilirubin standar normal. Otomatis dokter menyarankan untuk di fototerapi/ phototeraphy di rumah sakit selama 2 hari. InsyaAllah kata beliau setelah difototerapi/ disinar, kadar bilirubinnya turun. Awalnya sempet ragu, masa berangkat ke rumah sakit bawa anak, pulang ke rumah anaknya ditinggal di rumah sakit? hiks. Sempet denial dan meyakinkan dokter untuk bisa dirawat di rumah. Dokter mengiyakan, dengan catatan kalau ada apa-apa segera ke rumah sakit. 

Giliran dokter setuju sama permintaan aku, aku nya jadi jiper sendiri hehe. Bagaimana dengan suami? suami sebenarnya lebih prefer ikut saran dokter, tapi menyerahkan keputusan ke aku karena beliau paham sikon psikologis aku saat itu yang baru lahiran, bekas lahiran masih nyut-nyutan, anak musti dirawat di rumah sakit pula. 

Sampai pada akhirnya aku putusin adik bayi disinar aja huhu Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah mengurus administrasi, adik langsung dibawa ke ruangan fototerapi. Di sana sudah ada satu bayi laki laki yang juga sedang disinar. Di ruang fototerapi aku masih bisa nanya nanya sama bidan, apa yang harus dibawa untuk keperluan adik selama disinar dan aku dipersilahkan untuk menyusui dulu sebelum adik ditinggal di rumah sakit. Tapi karena sebelum ke ruangan bayi aku sudah menyusui adik, jadi waktu disusui lagi adik ogah-ogahan. Entah kenapa jadi makin mellow huhu.

Barang-barang yang harus aku siapkan selama adik di rumah sakit (kira-kira untuk 2 hari 2 malam)
  1. Diaper/ popok bayi sekali pakai
  2. Tisu basah
  3. Peralatan mandi
  4. ASIP (asi perah)
  5. SUFOR (untuk jaga-jaga. Karena yang namanya bayi disinar memerlukan banyak cairan). Dan sufor ini sudah aku dapat dari rumah sakit waktu melahirkan, jadi gak perlu beli lagi.
Alhamdulillah di rumah ada sedikit stok ASIP, jadi setidaknya sehari 2 kali aku setor ASIP ke rumah sakit untuk diberikan ke adik. Tapi aku juga menandatangani surat persetujuan rumah sakit untuk memberikan sufor kepada adik. 

Setelah menyusui, aku menyerahkan bayiku sambil melihat treatment para bidan ke bayi yang sudah disinar lebih dulu. InsyaAllah aku mantap dengan pelayanan rumah sakit tempat aku melahirkan ini. Akhirnya kami pamit ke bidan yang sedang bertugas saat itu untuk pulang ke rumah dan menyiapkan kebutuhan adik di rumah (Alhamdulillah jarak rumah ke rumah sakit gak jauh). Begitu keluar rumah sakit, pak hasben langsung merangkul pundak dan memeluk aku sambil jalan menuju tempat mobil kami diparkir. Yahhhh... langsung merebes mili dong hahaha. Padahal udah nahan nahan gak nangis dari tadi. Untung ketutupan sama masker dan kacamata, jadi gak kelihatan kalau lagi nangis hehe.

--
Selama 2 hari 2 malam itu kami bolak balik rumah sakit untuk menyerahkan ASIP. Alhamdulillah hari terakhir adik disinar, aku ditelfon rumah sakit kalau anakku sudah bisa pulang karena bilirubinnya sudah turun. Pesan DSA anakku saat itu ada dua: harus dijemur setiap hari, diantara pukul 07.00 - 08.00 dan diberikan ASI secara langsung sesering mungkin,  jangan dikasih ASI perah.

Alhamdulillah akhirnya adik pulang ke rumah. Abang Zayd gak sabar nunggu adik pulang karena mau kasih hadiah buat adik, masyaAllah.

Semoga dikontrol dan imunisasi pertama adik nanti berjalan lancar, dan sehat-sehat semuanya. aamiin
Read More

Kehamilan Kedua Ini...

March 10, 2020

1 comment
Kehamilan kedua ini sungguh bertolak belakang dengan kehamilan pertama. Asli deh! Kayaknya hamil pertama akutuh macho banget, rasanya alhamdulillah gak ada side effect. Yaa kalau mual mual ya wajar lah ya, namanya juga hamil. Tapi yang aku inget sih, waktu hamil Zayd lalu kalau mual ya tinggal ditambal sama makanan aja, beress. Berkali kali nanya sama mamaku, "mah..waktu hamil Zayd kok gak gini atau gak gitu yah", jawaban beliau pasti "Yaaa..mbak udah lupa, sama aja kali. Namanya juga hamil". 

Nah, kalau udah dibilang kayak gitu, jadinya gak jadi mau ngeluh. Tapi sumpah hamil kali ini rasanya jompo, mualnya dua kali lipat bahkan alhamdulillah sempet ngerasain m*ntah beberapa kali, sensitif sama beberapa jenis makanan dan bau-bauan dan sebagainya. 

Tapi kalau dilihat-lihat lagi ya memang kondisi hamil pertama dan hamil kedua beda. Hamil pertama, cuma fokeus ngurusin diri sendiri (hamil 5 bulan pertama LDR sama kekasih), banyak googling tentang kehamilan, duh super duper smooth.. Kerja juga nyaman kayak gak hamil walaupun perut udah mancung heheh. Kalau hamil yang sekarang, alhamdulillah ngurusin bayi gede dan bayi kecil (Zayd dan bapaknya) karena alhamdulillah kami sekarang ngumpul komplit. Senengg walaupun jadinya rempong dan entjok dimana-mana. Walaupun juga sekarang dibantuin sama orang tua, tapi tetepp azaa. Mau hire asisten tapi belom dapet hiks.. (oh Allah kirimkan hamba mbak asisten yang baik, jujur dan amanah dalam bekerja.)

Alhamdulillah saat ini udah masuk usia kandungan tujuh bulan. Doain yah semoga lahiran lancar tanpa drama, anak dan ibu sehat tanpa kurang satu apapun,  semoga dapet mbak buat bantu-bantu aku di rumah, semoga Allah memberikan rezeki sehat, materi, non materi dan sebagainya. Aamiinnn



beautifully captured by @olanatics
Read More

Pepsodent Siwak Launching Event

February 5, 2020

2 comments












Assalammu'alaikum warahmatullah wa barakatuh. Setelah sekian lama hiatus dari dunia per-event-an, alhamdulillah beberapa waktu lalu akhirnya pecah telor deh dateng lagi ke acara yang diselenggarakan oleh Pepsodent di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Kalau soal "Pepsodent" pasti teman-teman sudah banyak yang tahu, tapi kali ini mungkin teman-teman baru tahu karena Pepsodent baru saja meluncurkan varian barunya yang diberi nama "Pepsodent Siwak". Apa sih yang spesial dari Pepsodent Siwak?
---

Saat aku memasuki area Rumah Maroko, tempat diselenggarakannya peluncuran produk terbaru dari Pepsodent ini, ambience nya sudah berbeda. Selain memang interior desain dari Rumah Maroko ini yang ke-Timur Tengahan, juga dekorasi dari Pepsodent menambah kesan ke Timur Tengah-an itu. Apalagi yang akan diluncurkan saat itu adalah varian Siwak yang mana banyak digunakan oleh masyarakat di Timur Tengah. Walaupun ternyata (aku baru tahu pada saat di launching event ini) bahwa Siwak gak hanya dipakai oleh masyarakat Tim-Teng, tapi juga masyarakat di negara lain. Hanya, namanya saja yang berbeda.

Lalu, mengapa Pepsodent akhirnya memilih dan meluncurkan varian Siwak ke tengah masyarakat Indonesia?

Karena seperti yang sudah kita tahu bersama bahwa siwak mengandung banyak kebaikan untuk kesehatan gigi dan mulut. Hal tersebut sudah dikenal dan digunakan oleh masyarakat Muslim sejak lama. Bahkan banyak dalil yang isinya anjuran untuk ber-siwak. Bersiwak merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan beliau sendiripun sangat bersemangat untuk melakukannya, hingga beliau bersabda : 

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَّلاَةٍ

"Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka bersiwak setiap akan shalat" (HR Bukhori & Muslim, Irwaul Ghalil No 70)*

"Dengan kandungan ekstrak siwak yang dilengkapi mint alami, inovasi ini dapat merawat kekuatan gigi sekaligus memberikan kesegaran nafas yang lebih tahan lama", ungkap Distya Tarworo Endri selaku Senior Brang Manager Pepsodent, PT Unilever Indonesia, Tbk yang saat itu juga hadir dalam launching Pepsodent Siwak ini.

Oiya, balik lagi tentang penggunaan siwak yang tidak hanya ada di lingkup masyarakat Muslim saja, Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc, selaku pakar kesehatan gigi dan mulut juga menuturkan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 1984 merekomendasikan siwak sebagai bahan yang efektif untuk merawat kesehatan gigi dan mulut. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai penelitian modern yang menunjukkan bahwa siwak efektif menghambat dan mematikan pertumbuhan bakteri, menguatkan permukaan email gigi sehingga mencegah timbulnya gigi berlubang.

Tidak hanya acara peluncuran produk terbaru Pepsodent saja, dalam event tersebut kami diberi tahu bahwa peluncuran Pepsodent Siwak ini juga mengajak masyarakat untuk berbagi melalu program yang diselenggarakan bersama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Jadi, Pepsodent akan mendonasikan 2,5% dari laba setiap kemasan Pepsodent Siwak yang terjual untuk memperbaiki kesehatan gigi dan mulut anak yatim piatu di berbagai wilayah Indonesia. Artinya, siapapun bisa menjadi Pahlawan Senyum dengan membantu membebaskan sebanyak mungkin anak Indonesia dari permasalahan gigi dan mulut.

---
Yang berkesan buatku dalam peluncurkan varian Pepsodent Siwak, tidak hanya komunitas saja yang diundang, tapi pihak Pepsodent juga mengundang teman-teman/ adik-adik dari Rumah Yatim Rawa Sari. Dan kamipun, para undangan, dipersilahkan duduk berbaur bersama adik-adik dari Rumah Yatim tersebut. Gak cuma itu, kami juga sempat ngobrol bareng, bikin activity bareng, foto bareng sampai tukeran hasil karya dan kata-kata/ pesan-pesan untuk satu sama lain yang kami buat pada saat acara. Dasar emang matakuh gampang banget banjir dan hatiku tuh emosional banget yah.. melihat anak-anak tersebut hati tuh terenyuhhh, jadi bikin kangen anakku di rumah pas acara heuheu 😥

Acara peluncuran Pepsodent Siwak ini juga dimeriahkan oleh sand art performance, The Smile Project (dimana semua undangan diajak untuk menghias cover notebook yang sudah dibagikan sebelumnya dengan alat-alat yang telah disediakan panitia, kemudian kami diminta untuk menuliskan kesan dan pesan untuk adik-adik dari Rumah Yatim Rawa Sari) dan diakhiri dengan foto bersama. Alhamdulillah acara yang diselenggarakan berjalan dengan lancar. 

Oiya, satu lagi yang seru, Jadi, sesaat sebelum acara dimulai para undangan dipersilahkan untuk berfoto 3 gaya. Aku pikir yaa buat seru-seruan aja (lebih tepatnya gak terlalu memerhatikan arahan sister-sister among tamunya sih hehe). Setelah foto, kami diminta meninggalkan nomor handphone dan diberikan nomor yang ditempelkan di pakaian kami masing-masing. surprisingly, saat sedang menikmati jalannya acara, tiba-tiba aku dikirimi sticker personalize ini..hehehehehe. Lumayaaan khaan buat sticker lucu-lucuan di whats app.


Thank you dan selamat untuk peluncuran varian terbaru Pepsodent Siwak. Yuk, bareng-bareng kita sukseskan program #PahlawanSenyum dari Pepsodent!

Salam,
Puput Utami 

Read More

Sayang, Aku Hamil (II)

January 30, 2020

4 comments
Sepulang menunaikan ibadah haji, aku kembali ke Indonesia untuk menjemput anakku dan kembali lagi ke Hong Kong untuk melanjutkan rencana selanjutnya, yaitu pindahan. Kenapa dijemput kalo toh bakal balik lagi ke Indonesia? selain kasihinilah kami sudah terpisah sebulan lamanyaa.. proses pindahan ini masih abu-abu, belum tahu kapan tepatnya kami akan boyongan/ pindah. Jadi, karena belum pasti, yawes kami bertiga balik lagi ke HK sambil memersiapkan apa-apa saja yang akan dipacking untuk pindahan.

Selama bolak-balik HK-JKT, 'oleh-oleh' batuk/ flu dari timur tengah masih saja nempel di badan kami, para jamaah haji, yang baru pulang dari Tanah Suci, termasuk aku. Kali ini batuknya persisten sekali, sampai di (maaf) dahak pun ada sedikit bleeding. Gak cuma di dahak, tapi cairan dari hidung juga ada bleeding. Manusia mana yang gak panik ketika batuk berdahak campur darah 😓. Saat menginjak HK dari Tanah Suci pun sudah langsung cek ke dokter dengan menceritakan gejala-gejala yang terjadi. Sampai di MRI segala. Oiya, saat itu gak berani bilang ke rumah sakit HK kalau aku baru saja pulang dari Timur Tengah. Alasannya? bisa gaswat lah kalau aku bilang baru pulang dari TimTeng, lalu aku batuk berdahak darah dan lain lain. Benar saja, salah satu jamaah haji yang batuk flunya juga gak sembuh-sembuh harus di isolasi karena dicurigai terkena virus MERS (Middle East Respiratory Syndrom). Kalau dibaca di wikipedia sih, salah satu pencetus MERS ini karena deket-deket sama Unta. Padahal selama di tanah suci kami gak pernah ketemu Unta 😅. Syukur Alhamdulillah beberapa hari kemudian, si bapak jamaah haji ini dinyatakan tidak terkena MERS. Yaiyalaaaaaah.

Sampai ke Indonesia, aku langsung mengadu kepada dokter di Indonesia. Alhamdulillah karena mungkin Jamaah haji nya paling banyak dan tiap tahun pasti ada yang berangkat ke Tanah Suci, jadi menjelaskan gejala, penyebab, kondisi kita lebih santuy! Karena ya pasti lah gejalan batuk flu berdarah ini gak langka. Bener aja, kalau kata dokter batuk flu ini ya karena perbedaan cuaca yang ekstrem ditambah lagi kondisi tenggorokan yang kering. Batuk flu ini dikategorikan pada batuk kering (kalau gak salah, silahkan digoogling sendiri yah di google hehe). Alhamdulillah setelah ketemu dokter dikasih obat ini itu, akhirnya sembuh 😭😭 MasyaAllah begitu berharganya kesehatan yahhhh.

Sepulang haji, harapannya pengen hamil lagi. Tapi ternyata sama Allah belum dikasi. Yaudah, sabar aja, Allah yang Maha Tahu kapan waktu yang tepat, ya kan?!

Bulan berikutnya, kalau gak salah akhir September, alhamdulilah sudah dapet ancang-ancang dari kantor suami untuk pindah ke Indonesia.  Nah saat itu, entah kenapa pengen banget alat pregnancy test (TP). Kebetulan sebelum berangkat haji, bulan Juli, sempat beli TP tapi pas ditest garisnya cuma 1 hahaha, ya namanya juga coba-coba. Oiya beli TP nya yang paling mursida aja, gak ada yang seharga Rp 3000-an di pharmacy store dekat apartemen saat itu. Jadi yaudah, pokoknya beli yang paling murah, biar kalo negatif gak rugi rugi amat *medit* wkwk. Karena baca beberapa pengalaman orang di dunia maya, kalau ternyata TP yang canggih itu gak tahan lama dan gak abadi kayak TP yang murah murah itu. TP yang aku beli di Mannings satu box isinya 2 strip harganya  29,90 HKD *hafal* haha lumayan lah satu strip harganya 15 HKD. Tetep lebih mahal di HK daripada di Indonesia 😥 

Bulan Juli itu aku TP dan negatif. Ya khaaaan, untung mursida TP nya. hahah. Jadi TP nya masih ada satu lagi dan ditinggal pergi selama sebulan.

Pulang dari Indonesia habis jemput Zayd, akhir bulan September aku pengen test lagi, tapi gak ngarep positif. Tapi, lupa lupa mulu mau test. Ya selain memang belum waktunya mens, kadang bangun tidur udah kebelet pengen pipis dan pas udah kelar baru inget mau test. Jadi yaudah ditunda deh kebesokan harinya lagi. Besoknya lupa lagi dong. Tapi ya masih ga ngarep soalnya mens masi lamaaa 3-4 hari lagi kalau gak salah. 

Nah, lusanya bangun tidur mau pipis keingetan mau nyoba test. Yaudah, diambil deh urin nya, dicelup TP stripnya sesuai petunjuk pemakaian dan pas diliat jiaaaaaaa negatif hahaha jadi senyum senyum sendiri karena kesotoyan diri ini tak terbendung. Langsung ambil wudhu, ditinggal solat, abis solat ke kamar mandi lagi mau beresin si bekas TP ini. Pas mau masukin si TP ke bungkusnya lagi, eh kok garisnya ada dua?? jadi artinya akuuuuu......... 

MasyaAllah kaget sambil ketawa sambil ngeliatin TP strip lagi, mendekat ke arah lampu karena takut itu cuman garis bayangan dari garis yang pertama. Diliat-liat lagi, masih gak percaya. Tapi sampe lama banget di kamar mandi buat mastiin beneran apa engga itu garis ada dua. tapi ini garisnya jelas dua merah, gak samar. wahahaha deg-degan.

Yauwes, buru-buru ambil wudhu lagi, bangunin suami buat solat subuh barengan. Duh, gak bisa ga ngasi tau, jadi pas siap-siap mau solat langsung bilang "Cin, aku hamil lagi". Respon suami "Hah? SERIUSS?" sambil kaget tapi muka seneng. 

👨 : "Tapi emang kamu udah telat?"
👩 : "Ya belum telat sih. Nanti deh aku test lagi kalau udah telat, kamu jangan GR dulu yak. belom pasti soalnya" (lah jadi gak pede sendiri wkwkwkwk)

Selesai solat si hasben nanya lagi, aku tunjukin aja hasil TP nya. Tapi kami sepakat beberapa hari ke depan mau test lagi. Biar yaqin, ya khan. Tapi abis TP pertama ini, walaupun belum 100% yakin hamil, aku udah banyak bet maunya wakakakakak pengen makan ini pengen makan itu.. padahal mah ya gak ngidam-ngidam juga.. ngerjain suami aja hahahaha. *peace cintaaaaah*

3 hari setelahnya, TP lagi.. Alhamdulillah ternyata beneran positip heheh. Welcome calon baby number twooo. Langsung deh bikin janji ketemu obgyn. Pas ketemu obgyn, standar deh ya ditanyain kapan hari pertama mens terakhir, kapan TP, trus ada keluhan-keluhan gak dll. Pas ditanya mens terakhir, kapan TP dan mau ngitung usia kandungannya, dokternya bilang "Lah, lu udah TP  tapi belom telat mens", sayah jawab yes yes aja sambil cengengesan. Abis itu di USG, alhamdulillahhh udah keliatan titiknya. Kurang lebih udah 5 minggu usianya pas waktu pertama kali di USG.

Drama lain lagi setelah keluar dari ruangan obgyn, ternyata pas mau bayar gak bisa pake kartu asuransi hahahahaha. Soalnya hamil ga dicover asuransi dan bukan masuk kategori sakit hehe. Udah tahu sih, tapi kan nyoba masukin kartu asuransi kan gapapa.. kali aja bisa hhehehe. Kontrol pertama waktu itu kena sekitar 750-an HKD di RS Swasta. Mau ke RS Pemerintah yang gratis tapi prosedurnya mesti minta rujuk MCHC dulu dan appointment di MCHC nya pun mesti dari jauh-jauh hari. Sedangkan kami saat itu itungannya urgent karena kurleb 2-3 minggu lagi bakal pindahan ke Indonesia. Yasutra kalo begitu.

Berbeda dengan saat hamil Zayd 3 tahun yang lalu, hamil kali ini morning sicknessnya super duper. Ngeliat wortel dan brokoli mau muntah. Padahal dua sayur itu andalan banget dalam dunia permasakan sehari-hariku. Jangankan ke pasar, masuk dapur aja bikin eneg. Gimana mau masak coba. Kasian anak dan suamiku kalau aku gak masak. Yaudah, temenan sama minyak kayu putih dan masker lah selama trimester pertama itu.

Lalu, tibalah waktu pindahan. Jadi hamil kali ini, mesti pindahan antar negara, ngurus anak dan suami, anter jemput anak, masyaAllah tenaga harus dobel sedangkan morning sicknessnya juga dobel. Waktu jaman Zayd gak pernah tuh yang namanya jackpot (mu*tah), hamil sekarang alhamdulillah sempet jackpot beberapa kali. Bener bener berasa jompo tapi tetep harus semangat ngurusin perumah tanggaan. Alhamdulillah makin tambah bulan, morning sickness nya makin berkurang sampai hari ini alhamdulillah usia adek bayi insyaAllah masuk 23 minggu. Doakan yaaa teman-teman onlineku yang masih setia baca blog ini, semoga adek bayi, ibunya, ayahnya, abangnya sehat-sehat semua.. aamiin YRA.

Saat usia kandungan 17-18 weeks kami mendadak harus segera ke Medan karena papa mertua (papanya hasben) meninggal dunia 😭 innalillahi wa innailahirajiun.. semoga papa Asrul/ Atuk husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima amal nya oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal'alaminn...

the three (plus one) of us, Medan 2020.

Dan ini USG terbarunya adik bayii, insyaAllah sehat terus ya adekk. Kali ini semoga mirip ayah hahaha. Oiya tadinya pengen update di blog pas udah lahiran aja. Tapi mikir-mikir lagi gapapa lah nulis buat kenang-kenangan. Ntar kalo anaknya udah bisa baca dan baca blog ini, bisa protes pulak karena gak ada post khusus tentang kehamilan anak ke-2 😅 jangan ya nakk..



Salam,
Puput Utami

Read More

Potty Training (Toilet Training)

December 28, 2019

No comments

numpang selfie bareng anak di toilet sekolah :")

Alhamdulillah setelah sukses menyapih, PR selanjutnya adalah Toilet Training (TT). Kata ibu-ibu di Instagram dan di media sosial lainnya, ketika hendak memulai TT ini, sang Ibu (khususnya) dan keluarga lain nya yang tinggal serumah pada umumnya harus punya stok sabar yang banyaaaak banget. Selain sabar, tentu saja tekad yang bulat dan pantang menyerah juga harus distok ya buibu. Karena TT ini akan sangat melelahkan.

Beragam macam pengalaman seputar TT dari ibu-ibu baik secara langsung maupun lewat media sosial sudah banyak aku kunyah. Nah, dari pengalaman tersebut, cobalah aku praktekkan TT kepada Zayd anakku.

Sebagai contoh ya, sharing seputar TT yang pertama kali aku baca adalah dari akun instagram Elizabeth Zennifer, yang notabene mentraining anaknya sedari dini. Kalau aku gak salah saat anaknya  di bawah enam bulan sudah mulai dibiasakan wee wee (pipis) di toilet. Nah, di saat itu juga kan lagi boomingnya anaknya si artis Ayudiac, Sekala, yang di dalam vlognya ada adegan Sekala duduk di toilet saat po*p. Dan itu kalau ga salah juga si Sekala saat itu berusia di bawah satu tahun. J
Mamak mana yang tak ingin anaknya segera lulus TT bukaaaan abis lihat anaknya si artis bisa po*p di toilet? *iyain aja biar cepet ya pemirsa*.

Jadi, mamak baru ini (saya maksudnya) mencoba mentraining anaknya untuk po*p di toilet. Jadi ya, umur 8 bulan Zayd udah aku beliin dudukan WC yang khusus buat anak-anak dan tiap anakku ketauan mau pup, langsung aku gotong ke WC. Berhasil? alhamdulillah banyak gagalnya hahahah. Entah gagal karena udah keburu po*p di diaper, atau susah nebak reaksi wajah Zayd kalau mau pipis/po*p dan yang terakhir masalah klasik, gak konsisten. Jelas gak konsisten karena saat itu aku masih kerja kantoran yang mana berarti Zayd ga sama aku selama aku di kantor.  Dan selama itu (kurang lebih sampai 10 bulan) kalau po*p dan pipis, Zayd masih aku bersihin either pakai tisu basah atau pakai air tapi dilakukan TIDAK di dalam kamar mandi ya.

Lalu, kami pindah ke Hong Kong (HK).

Dengan segala keterbatasan yang ada, khususnya keterbatasan  tempat buat jemur pakaian (maklum, tinggal di apartemen) akhirnya TT ditunda. TAPI ada perubahan di sini, sejak tinggal di HK aku selalu ajak Zayd (12m) ke kamar mandi setiap selesai po*p. Jadi, bersihinnya di kamar mandi. Tapi masih full pakai diaper seharian.

Seiring berjalannya waktu, aku sharing sama ibu-ibu sepermainan yang anaknya seumuran sama Zayd. Biasalah ibu-ibu nanya nya kan pasti gak jauh-jauh "anakmu makannya gimana? lancar gak? GTM ga?" dan sebagainya termasuk nanya soal "anakmu udah gak pake diaper ya?". Suprisingly jawaban temen-temenku rata-rata "YAAA BELOM LAH" wakakaka. Kan jadi berasa ada temennya akutuh. Jadi ya masih santai-santai aja buat trainingin Zayd. Kebetulan saat itu Zayd juga belom lancar ngomong kan.. baru bisa ngomong "ayaah....ayaahh.." dan "bebiii..bebiii". Nah yaudah, selama itu aku pikir TT nya nanti setelah disapih aja. Kan pas tuh.. 2 tahun.

Nah, apakah setelah disapih langsung sukses TT? alhamdulillah beluuum.. saat disapih, kami sedang liburan 3 bulan di Indonesia dan tinggal di rumah orang tua. Gak enak dong mau TT nanti anak orang pipis di mana-mana 😅 even di rumah orang tua sendiri sekalipun. Yasudin, akhirnya tunda lagii. Tapi dari sini aku udah mulai brainwashing Zayd kalau mau pipis dan po*p harus ke toilet bla bla bla. Termasuk beliin buku tentang TT, putar lagu-lagu tentang TT, ituuu terus sampe hafal (Emaknya).

Tak lupa setiap mau tidur walaupun masih pakai diaper, aku dan suami berusaha untuk konsisten bawa Zayd ke toilet untuk pipis. Nah, di sini aku mikir.. kayaknya lebih nyaman praktekin TT setelah  balik ke HK aja saat summer (musim panas) dan nunggu anaknya bisa ngomong "mau pipis" dan tau bagaimana rasa ingin pipis.

---

Akhirnya kami kembali lagi ke HK. 

Setiap sebelum tidur kami masih konsisten bacakan buku cerita tentang potty training dan diberi contoh kalau ibu atau ayah mau pipis, selalu bilang kepada Zayd "Ibu/ Ayah pipis di toilet dulu ya, nak".  Dari sana Zayd jadi hafal kalimat "wee wee in the loo" "po*p in the loo".

Masuk ke usia 2,5 tahun kami memasukkan Zayd ke kelas Nursery. Di sana selain kosa kata Zayd mulai bertambah lebih banyak, anak-anak juga dibantu untuk toilet training. Nah, denger program TT dari sekolah ini bikin akuh semangat untuk beneran TT-in Zayd di rumah hahaha. Mulai deh aku cari perlak besar untuk nutupi kasur, sofa dan mengganti karpet biasa yang kami punya dengan karpet waterproof. Kalau bagian rumah yang lain gak masalah gak ditutupi perlak, tinggal pel aja, beres.

Lalu mulai cari celana dalam yang sesungguhnya buat Zayd dan yang paling penting doi udah bisa bilang "wee wee" dan "po*p".

Bagaimana cara mengenalkan rasa ingin pipis kepada anak?


Setelah menyiapkan mental, tekad yang bulat dan rasa ikhlas kalau anak pipis di segala sudut rumah, akhirnya kami memutuskan untuk tidak memakaikan diaper kepada Zayd selama di rumah KECUALI tidur siang, tidur malam dan keluar rumah. Zuzur meskipun ikhlas segala sudut rumah bakal di pipisin, aku masih belom siap kalau Zayd ngompol di kasur. NYUCI seprei dan bed covernya itu lohhh 😭😭 belom lagi di apartemen kami gak ada tempat buat jemur. Ada, tapi sangat terbatas. Jadi, kalau sekali jemur seprei, baju baju kotor lainnya mau gak mau kepending untuk dicuci dan dijemur karena gak ada tempat jemuran. Dry Cleaning di HK mahal kalo untuk bedcover hiks hiks *irit* hahah. Untungnya terselamatkan dengan hadirnya perlak segede kasur yang dibeli dari situs taobao berbahasa china. Jadi insyaallah kasur kami aman. tapi korbannya seprei.. gapapalah 😊

Sehari dua hari kami gak pakein Zayd diaper di rumah, tapi aku selalu ngasih tau "Zayd, you are not wearing diaper right now, if you want to wee, you have to go to the loo.. okay?" gitu terus sampe mulut ibu berbusahh. Oiya selain itu, aku selalu bilang ke Zayd kalau mau pipis, panggil ibu yaaaa!

Hari pertama, pipis di karpet yang alhamdulillah sudah waterproof. Tinggal disuciin lagi, lap-lap, semprot semprot pake pewangi biar ga pesing pun dilakukan dalam beberapa kali sehari. Dan ini kalau gak salah berlangsung 3-4 hari ya. Tapi gak tiap pipis ngompol, jadi kalau udah lihat Zayd ada tanda-tanda mau pipis, langsung digotong ke kamar mandi. Tak lupa berikan reward setiap anak berhasil pipis di kamar mandi "Yaaay! Zayd keren pipisnya di toilet" begitu buibu. Kalau Zayd sih biasanya kalau digituin mesem mesem hihi.

Setelah itu agaknya doi udah mulai ngerti ya rasanya pipis. Ketahuannya pas ditengok, doi udah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan kondisi pipis di atas keset depan pintu. Selain itu, mulai deh kalau mau pipis, doi panggil panggil "ibu-ibuuu". Nah, di sini orang tua/ orang rumah harus pasang telinga terus even lagi ngapain aja. Jadi kalau denger suara panggilan "ibuuuuu", langsung gercep samperin anaknya dan bawa ke kamar mandi.

Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, si Zayd ini juga udah bisa ngasi tau kalau mau po*p. Sumpahhh! suara panggilan anak mau pup ini adalah alarm paling ampuhh buat bangunin ibu yang lagi ngantuk/ ketiduran hahaha.

---

Sembari diajarin pipis di kamar mandi (kalau Zayd duduk di toilet, pakai dudukan toilet anak-anak, beli di IKEA), bisa juga ajarin anak untuk membersihkan sendiri area genitalnya setelah pipis. Kalau po*p masih harus dibantu yah. Nah, udah deh dari situ pelan-pelan kalau pipis dia bisa pasang dudukan toiletnya sendiri dan naik ke toilet sendiri TANPA panggil-panggil ibu hehehe. Pertama lihat anak kek gini rasanyaaaaaaa terharu huhuhu.

Sekarang, alhamdullillah anakku udah mulai bisa ke kamar mandi sendiri (pipis & po*p) meskipun kalau po*p masih suka kelepasan ya, mungkin saking kebeletnya 😅 walaupun posisinya udah di dalam kamar mandi, tp dia gak sempek duduk di toilet.

Beberapa kali ke luar rumah, khususnya ke sekolah aku tetep pakein diaper. Tapi alhamdulillah selalu kering dan mulai deh pelan-pelan bobo siang gak pake diaper. Alhamdulillah juga kalau jalan jalan keluar rumah walaupun tetap dipakein diaper, setiap mau pipis dia mintanya di kamar mandi. Jadi diapernya keringgg 😻

Lalu, apakah TT berhasil? beluuum.. ibuk belom berani ngelepas diaper kalau bobo malem heheh walaupun diapernya mostly kering ya, tapi beberapa kali dia masih suka pipis di diaper kalau bobo malem gak pakai pipis dulu sebelum bobo. Maklum, kadang doi kalau gak tidur siang, tidurnya suka bablas dari sore sampai subuh. Jadi amannya, pake diaper dulu yaaa kalau mau bobo malem hehehe.



Semoga sharing ini bermanfaat yaaa teman-teman
Salam,
Puput

Read More
Copyright © PUPUT UTAMI. Blog Design by SkyandStars.co