Daily Style

Daily Style
Daily style, ootd, fashion inspiration, and etc

Personal Life

Personal Life
About the wedding, family, being a mum, being a wife, etc

Lifestyle

Lifestyle
reviews, youtube update, lifestyle update, socmed update, travel, skincare, beauty, etc

Thoughts

Thoughts
My thoughts about everything, quotes, etc

#FridayTalk: Mengapa Buruh Migran Betah di Hong Kong?

March 8, 2019

No comments
Ketika mendapat kesempatan untuk bermukim/ tinggal di Hong Kong dan melihat kenyataan bahwa ternyata buanyak banget orang Indonesia di Hong Kong (bahkan seolah-olah pulau Jawa pindah ke Hong Kong di hari tertentu - saking banyaknya orang Indonesia di HK), membuat aku bertanya, "Mengapa BMI (Buruh Migran Indonesia) betah di Hong Kong?"

Tentu saja pertanyaan seperti itu udah sering aku tanyakan ke suami. Nah, setelah kurang lebih 2 tahun di Hong Kong dan ketemu bermacam-macam mbak-mbak BMI baik secara sengaja atau ga sengaja, jadi tahu kenapa mereka memilih untuk rela jauh dari suami/anak/ keluarga di tanah air dan mencari rezeki di HK (terlepas dari segala ups and downs selama mereka kerja di HK). 

Triggernya sampai bikin tulisan ini, karena di suatu siang saat akan berangkat mengantar Zayd sekolah, di dalam lift apartemen aku bertemu dengan salah satu mbak-mbak. Mbak ini cukup sering wira wiri mukanya alias cukup sering ketemu di lobby apartemen. Pas aku masuk lift, mbaknya senyum-senyum sambil main hp dan nyapa Zayd. "Why you always carried by Mommy?". Terus Zayd langsung melengos ngumpetin muka di bahuku. "Understand Bahasa Indonesia kan le?" kata mbaknya. Aku jawab "sure". Kemudian biasalah basa-basi dikit, nanya mau kemana dan lain lain. Eh keterusan jalan bareng ke halte (doi mau ke pasar) karena kebetulan arah halte bus dan pasar searah. 

Mbaknya nanya aku udah berapa lama di Hong Kong dan tentu saja aku balik nanya. Dia jawab "Wah, saya mah udah 20 tahun di sini" dan tiba-tiba jiwa kepo jurnalis  ku secara alamiah keluar 😂 dan ahamdulillahnya jiwa informannya doi juga keluar, cucok ya khann hahaha.


  • Perlindungan hukum dan aturan yang jelas oleh Pemerintah setempat.

Hong Kong ini negara kapitalis yang benar-benar sedetail itu dan tegas dalam membut aturan. Semua-mua nya diatur termasuk hak dan kewajiban pekerja di HK. Hm, gausah hak dan kewajiban pekerja deh, mau naro palang air di rumah sendiri aja ada aturannya 😅. Ini yang membuat angka kriminalitas di HK cukup kecil diantara negara maju lainnya. (Source)

Bokkkk, di sini orang jarang berantem fisik. Paling banter kalau berantem ya perang klakson di jalan atau ya teriak depan-depanan satu sama lain. Karena kalau sampai menyentuh atau melukai orang lain, dosanya besarr kalo di HK mah. Seluruh penduduk HK tau itu, bisa berabe kalau berurusan sama kepolisian.

Begitu juga halnya dengan buruh migran di HK. Dalam hal pekerjaan, mereka punya hak libur satu hari dalam seminggu. Kalau engga libur, ya berarti majikan harus nambah uang lembur. Selain itu pemerintah HK juga mengeluarkan tanggal-tanggal libur untuk para buruh migran dalam setahun. Jadi para majikan harus mengizinkan mereka off kerja di hari-hari tersebut. Kalau sampai hak mereka tidak bisa dipenuhi oleh majikan, ya siap siap aja si majikan kena tegur pemerintah. Begitu juga sebaliknya. Kalau si pekerja ini macam-macam, ya pasti ada konsekuensinya. Ini lah yang membuat buruh migran betah di HK, hukum dan aturannya jelas. Pemerintah memandang buruh migran ini sebagai pekerja, sama dengan pekerja lain non ART.


  • Penghasilan

Di luar administrasi agen penyalur buruh migran yang ribet kalau dijelaskan di sini (selain itu juga aku ga paham banget sih soal agen penyalur di HK 😅), adanya standar minimum gaji yang cukup tinggi (jika dikurskan ke Rupiah) dibandingkan bekerja di negara lain juga membuat buruh migran memilih HK jadi negara tujuan. Upah minimum mereka perbulan (cmiiw) adalah HKD 4.520. Nilai tersebut sudah sepaket dengan skill buruh migran (Sebelum mereka terjun ke HK, para agen memberikan pelatihan seputar kerumah tanggaan, bahasa, masak, dsb). Jadi masuk ke HK dan terjun kerja ga bingung mau ngapain. Pengalaman semakin banyak, yang dikerjain juga makin kompleks, skill juga lebih banyak, bisanya gajinya akan di atas itu.

Oiya, buruh migran di Hong Kong juga punya jobdesc yang ga bisa diganggu gugat sesuai dengan kesepakatan di awal dengan majikan. Misalnya si X dihire ngurusin orang tua, yaudah mereka ngurusin orang tua aja tuh, mulai dari kepala sampai ujung kaki, dari bangun tidur sampai tidur malem lagi. Ya walaupun banyak juga yang memfleksibelkan diri.

Nah, gaji HKD 4.520 ini menurut beberapa informan cukup banget untuk menabung dan dikirim ke keluarga di kampung halaman. Bagaimana engga, mereka hidup bersama majikan dan majikan diwajibkan memenuhi kebutuhan (dasar) mereka. Jadi istilahnya, untuk hidup di HK temen-temen buruh migran gak perlu mengeluarkan biaya. Jadi, gajinya bisa diatur dan dikirim ke keluarga di kampung halaman.


  • Majikan yang super judes dan galak tapi baik.

"Saya sama yang ini sudah sembilan tahun dan iya bener kalau orang C udah percaya sama orang, dia akan loyal banget dan percaya. Kayak saya, sekarang yang ngatur rumah majikan itu saya, majikan saya suka tugas keluar negeri, saya jadi resah kasian anak-anaknya. Saya juga udah capek kerja, pengen pulang ke Indonesia tapi gak boleh sama majikan. Tapi memang menurut saya enakan kerja sama orang lokal daripada kerja sama orang Indonesia di sini hehe, apalagi orang M (disensor aja ya buibu), karena maaf ya bu (Sambil ketawa) orang M yang di sini suka ngerendahin orang Indonesia. Padahal negara tetangga, satu rumpun tapi sedih banget sampai segitu direndahkannya"
"Hmm.. kayaknya ga cuma org M deh, rata-rata org kita banyak yang dipandang sebelah mata sama yang lain"
"Iya bu memang, tapi kalau orang M ini kebangetan deh.. makanya mending saya cari orang lokal aja. Tapi ya ga semua sih, rata-rata gitu. Tergantung rejeki. Tapi kalau sama orang lokal, mereka memang keras tapi kalau udah percaya ya jadinya baik banget. Yah gimana kitanya lah, harus pinter-pinter. Sebaliknya, kalo misalnya kita bikin kesalahan kecil aja, udah deh bener-bener ga kepake lagi sama mereka". 



Kurang lebih seperti itu lah insight mengapa para buruh migran rela jauh-jauh kerja di HK. Tapi mau sampai kapan perempuan harus pergi jauh dari keluarganya dan kerja di negara lain 😭 kasian sih sebenarnya. Ya selain tuntutan hidup, kerja di dalam negeri pun susah. Coba deh kalau kita tengok di dalam negeri, udah ada kah aturan untuk pekerja domestik seperti asisten rumah tangga ini? Selain itu, kebanyakan orang di dalam negeri masih berpikir kalau pembantu ya kastanya di bawah. Dan ga ada standar gaji untuk mereka.  Tapi di sisi lain, kalau pun ada standar gaji apakah kita rela bayar gaji mereka sesuai standar yang berlaku? Kalau bisa mah dapet asisten rumah tangga yang bisa ngerjain A sampai Z tapi gajinya dipress banget, tak ada libur pun. Heheh.. kayaknya ga yakin sih ART dan pengguna jasa ART di dalam negeri siap kalau pemerintah ikut campur dalam hal ini. Belum lagii, mbak-mbak ART ini kadang ada yang nyeleneh. Ya di HK juga ada sih yang nyeleneh tapi ya balik lagi, kalau nyeleneh macem-macem bisa langsung ditindak oleh pemerintah.

Ya memang sudah mulai beberapa penyalur yang mematok gaji sesuai dengan skill dan kemampuannya dan ya mungkin sudah ada aturan mengenai ART ini, tapi apakah sudah dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku?





Read More

Pottinger Street, Surganya Baju Karakter di Hong Kong.

March 4, 2019

5 comments

Sejak Zayd masuk playgroup, aku jadi lupa bahwa sekiranya akan makin banyak acara terkait si anak. Entah itu sports day, CNY party, dan yang baru-baru ini aku dapat email kalau hari Kamis tanggal 7 Maret nanti akan ada World Book Day. Yang manaa anak-anak diharapkan memakai kostum karakter sesuai dengan buku favorit mereka. Zayd sebulanan ini suka banget baca bukunya Eric Carle yang  judulnya The Very Hungry Caterpillar. Sampe hapal doi cerita di tiap halamannya. Mau diganti buku lain emoohh gak mau. 

Bhaikk.. karena itu lah, aku berniat mencari kostum Caterpillar. Wihuuu.. dimana yaa carinya? Udah tanya kanan kiri, katanya buanyak banget di Pottinger Street, Sham Sui Po, Toy Street. Dan dikasih tau, jangan beli di toko-toko kostum yang ada di mall-mall semacam Toys R Us karena.. ya apa lagi kalau bukan karena mahal nya minta ampun. Tadinya mau nitip ke temen yang doyan olshop via TaoBao, tapi karena takut ga nyampe sesuai dengan perkiraan, jadi yasudah mari kita tekadkan niat untuk pergi ke Pottinger Street! 

Kenapa gak ke Sham Sui Po atau ke Toy Street? Karena kalau ke Sham Sui Po kok kayaknya jauh banget, harus nyebrang ke Kowloon Side (padahal mah ya deket-deket aja sih kalau di Hong Kong ini 😅) dan kalau ke Toy Street, sama-sama di Hong Kong side tapi yang banyak pilihan ya di Pottinger Street ini. 

Akhirnya sampailah kami di daerah Central, tempat Pottinger Street ini berada. Jackpotnya, ternyata Pottinger Street ini bertangga dan terjal. Ditambah, Zayd ga mau jalan sendiri, maunya digendong Ibu. Baiklah pemirsaa...

Anyway, ga sempet foto-foto banyak di Pottinger Street karena mood udah keburu rontok berkeping-keping karena harus naik tangga dan gendong Zayd. Jadi, Pottinger Street ini semacam alley atau lorong nanjak gitu (seperti di foto atas) yang di kanan dan kirinya banyak banget orang jualan kostum-kostum karakter, mau apa aja ada dan yang paling aku suka adalah harganya mursida buibuu. Cocok banget buat yang pengen cari baju badut, topeng-topeng atau baju karakter, dari buat anak-anak sampai buat dewasa, ada semua.



Setelah masuk ke beberapa toko kostum, akhirnya kami menumukan kostum caterpillar seperti yang ada di foto di bawah ini. Gak persis banget sama karakter yang dibuku sih, tapi yang jelas DAPET! alhamdulillahhhh.. Sayang sekali pas sampe rumah Zayd ga mau dipakein baju karakter ini 😅😂 so sad! Semoga pas hari H Zayd mau deh dipakein baju caterpillar ini.



Nah, pas lagi IGS-in suasana di Pottinger Street kemarin, tiba-tiba ada yang DM "gak berniat buka jastip baju karakter/ topeng spiderman kak?" #eaaaaa.. 


Love,
Puput.
Read More

Kalau se-Rumah Jatuh Sakit...

February 9, 2019

No comments


Dua minggu yang lalu sepulang anter Zayd sekolah, tiba-tiba tenggorokan berasa ga enak. Eh beneran makin malem kok rasanya makin dingin dan kedinginan. Suhu di luar malam itu memang menunjukkan 18 derajat, tapi biasanya gak semenggigil ini. Suami dan anak pun santai aja pakai baju pendek dan celana pendek di dalam rumah tanpa penghangat ruangan. Sedangkan aku rapet banget pakai baju hangat dari atas sampai bawah. Itu juga aku tidur dengan memakai dua layer jaket saking kedinginannya. Semakin malam badan jadi meriang dan demam. Ke kamar mandi pun berasa blackout ga bisa jalan saking pusingnya. heuheu jadi sedih. Weekend bukannya jalan-jalan sama keluarga, malah sakit tak berdaya ngapa-ngapain.

Alhamdulillah berkat kasih sayang suami (sailahh) sehari udah mendingan dan sabtu sore udah bisa ngajak Zayd jalan-jalan. Lebih tepatnya minta keluar rumah sama suami sih hehehe. Sisanya, batuk berdahak yang alhamdulillah sudah lumayan reda ketika aku nulis blog ini.

Seminggu setelah aku sakit, gantian si anak lanang yang ketika bangun dari tidur badannya mulai anget 😥 ketularan kayaknya huhuhu sedih. 3 hari demamnya stabil di angka 38, bikin resah.. udah gitu makanan yang masuk sedikit sekali, etapi alhamdulillah minumnya banyak. Kayaknya dia takut makan, karena setelah makan bisa batuk. Alhamdulillah kata dokter, batpilnya batpil biasa. Untungnya lagi, minggu ini pas banget sama minggu libur lebarannya orang HK, yaitu CNY (Chinese New Year), jadi sekolah dan kantor pas libur seminggu.

Kalau anggota keluarga sakit tuh, haduh.. ikutan pusing. Tidur ga tenang, karena ngukur suhu badan terus. Udah gitu kalaupun tidur, mimpinya juga lagi take care yang sakit. Belum lagi Zayd ga mau makan, sutrisnoooo ya Allah... dilalah pas lagi nulis blog ini suami berasa mau flu katanya... jangan sakit dong Ayah huhuhu

Kalau kayak gini, jadi ngeh gimana waktu ortu, khususnya mama, saat ada salah satu anggota keluarga di rumah yang sakit..masyaAllah, jadi  kangen mama :'(
Read More

Akhirnya Masuk Playgroup

January 28, 2019

7 comments

Alhamdulillah akhirnya sayah resmi jadi macan ternak alias mama cantik anter anak hahahaha. Per Januari 2019 kemarin kami memutuskan Zayd ikut kelas playgroup (kelas bermain). Tujuannya, selain agar bisa menambah kosakata, juga agar Zayd jadi lebih pede dalam bersosialisasi. Alasan lain, biar kegiatan bermainnya Zayd lebih berfaedah hehe. Lalu muncul pertanyaan, memang kalau main sama ibuknya ga berfaedah? hm... berfaedah juga sih, tapi dengan ikut playgroup ini diharapkan bisa mengisi sela-sela kegiatan bermain yang mungkin ibuknya belum pernah terapin ke Zayd.

Dari pengalaman sebelumnya saat kami ikutkan Zayd dalam kelas baby gymnastic, Zayd sama sekali gak mau ikutan main. Mau sih, tapi dari 12x pertemuan hanya 3-4x Zayd mau ikutan main sama teman-teman dan gurunya. Sisanya, masuk ke area gym nya aja nangis sampai menjerit, apalagi main 😌. Maka dari itu, goal awal di masa orientasi playgroup ini adalah bagaimana caranya agar Zayd ga nangis begitu sampai di depan pintu kelas. Sepele sih, tapi pintu kelas ini merupakan titik awal keberhasilan Ayah dan Ibu mengirim Zayd ke sekolah hahaha

Nah untuk itu, biar Zayd gak kaget kalau di awal Januari doi akan masuk sekolah, aku hitung mundur dari 30 hari sebelum hari H dan aku sampaikan kepada Zayd saat setelah mandi pagi, menjelang tidur siang, dan menjelang tidur malam.

"abang, 30 hari lagi Zayd akan pergi ke sekolah, nanti Zayd ketemu teman baru dan guru baru, okay?" dan biasanya Zayd akan jawab "okay!"

Dilalah sehari menjelang masuk sekolah, Ibu nya yang mager huahahah deg-degan parah.

Hari pertama

Masuk ruangan tunggu di sekolah, Zayd peluk Ibu kenceng banget, mukanya ditutup. Tapi ngeliat teman-temannya main, Zayd jadi ikutan main juga hehehe tapi Ibu tetep deg-degan karena Zayd belom masuk kelas. Kan letak kesuksesan hari pertama ada di pintu kelas 😹 tenggg! jam 11 tiba. Waktunya Zayd masuk kelas dan ternyata jrengggg.. ngamuk sodara-sodara. Zayd mau keluar kelas. Doi bisa buka pintu kelas sendiri dan ngacir menuju pintu keluar sekolah. Pokoknya nangis cirambay parahh. Reda dikit saat ibu ngeluarin kotak bekel tapi makan bekelnya juga sambil nangis hahaha ini lucu gemes tapi kasihan karena pake nangis makan nya, seolah menderita.

Kurang lebih hampir satu jam nangis di lorong kelas sampai akhirnya tidur dipangkuan Ibu, haiyaaa manis bettt. Kebetulan waktu Zayd nangis aku juga sambil ngobrol sama guru lain untuk arrange make up class dan ganti kelas melihat sikon Zayd yang nangis cirambay gak karuan hari itu. Kelar ngobrol dan arrange ini itu, aku gendong Zayd yang masih tidur keluar sekolah dan begitu keluar pintu anaknya langsung melek, pake sepatu sendiri, pake jaket sendiri, kayak sedari tadi ga nangis sama sekali 😔 udah gitu, jalan sendiri pulak dari sekolah sampai halte bus... Ibu hanya tercengang melihat tingkahmu, bang.

Hari kedua

Turun dari halte tram dekat sekolah, Zayd tiba-tiba minta balik arah, "sana aja" katanya. Aku udah deg-degan aja doi gak mau sekolah lagi. Akhirnya keluarlah senjata YouTube Kids pengalih perhatian instan. Alhamdulillah daku berhasil membawa Zayd masuk ke depan sekolah. Pas banget nyampe, pas timer Youtubenya abis heheh. Masuk sekolah tiba-tiba doi lari ke tempat orang tua yang lagi nganterin anaknya sekolah, kemudian duduk dan tengkurep sambil nangis 😅 kan kageeettt. sampai ada ibu-ibu yang bilang "oh, mungkin kemarin abis dianter sama mama nya yah, makanya hari ini dia nangis". Udah males ngeladenin si ibu-ibu itu, mendingan ngeladenin Zayd aja sambil elus-elus biar mau masuk kelas huhu. Gak tau aja itu ibu-ibu kalau hati ini ingin teriak di depan muka dia "GUE IBU NYA KALEEEE!" 😠 hadeh.. istighfar. next post aku bahas tentang rasisme deh ya biar pada gak kaget kalau kalau ada yang tiba-tiba tinggal di Hong Kong.

Terus gimana cara menghandle anak yang menangis cirambay?

Okay, menurut buku yang aku baca, langkah pertama cara bicara dengan anak adalah dengan merespon apa yang dirasakan si anak. Kalau kasusnya Zayd, dia nangis karena malu. Jadi aku bilang kepada Zayd “It’s okay if you are shy baby, but don’t worry... everything is going to be alright. I’ll be with you.” Diulang-ulang, lama lama dia mulai berhenti nangis dan ngintip guru dan teman-temannya lagi main. 

Begitu masuk kelas, nangis lah Zayd.. tapi aman, karena kali ini udah pindah kelas (sebelumnya ambil kelas semi independence/ anak-anak di dalam kelas sendiri namun orang tua tetap menunggu anak-anak di depan kelas. Karena Zayd dirasa belum siap main tanpa Ibunya, maka kami pindah ke kelas Adult Supervised) jadi ibu ikut ada di kelas Zayd. Alhamdulillah teacher nya baik dan alhamdulillah setelah setengah jam menangis patah hati, akhirnya Zayd mau ikutan dancing, singing dan main sama teman-teman dan gurunya.. alhamdulillahhhhh Ibunya happy banget.

Hari ketiga

Gak perlu sampai di halte tram dulu, dari ujung jalan sebelum naik tram juga Zayd udah minta balik arah "sana ajaa..sana ajaa" #eaaak ternyata doi sudah hafal jalan menuju sekolah 😂 Segera dikeluarkan lah YT kids bertimer, namun tampaknya ga ngaruh.. tapi alhamdulillah akhirnya ngaruh juga sampe depan gedung, mau turun dari gendongan pas masuk lift dan berhasil bawa Zayd sampai pintu sekolah JALAN KAKI hueheheh alhamdulillah. Masuk sekolah gak ada drama sama sekali, tapi pas masuk kelas masih cranky awal-awal. Alhamdulillahnya lagi cranky nya jadi 20 menit aja (pertemuan sebelumnya cranky 30 menit ahahhah aku ngitungin loh) and the rest alhamdulillah lantjarrrrrrr. Yang bikin aku terkejut, Zayd mau hug gurunya 😳 so sweet.

Hari Keempat s/d Keenam

Alhamdulillah mulusss. Cranky dikit pas pisah sama Ayah aja (Aku dan Zayd turun duluan, sedangkan Ayah turun di dua halte setelah halte kami turun). Di hari ke-empat, Zayd nangis bombay begitu lihat Ayahnya gak turun bus. Ibu sampai salting dilihatin orang karena Zayd nangis (dikirain pagi-pagi anak majikan udah dibikin nangis aja sama nanny nya 😓). Selain itu Zayd ga mau diajak ke sekolah lewat jalur biasanya. Untung ada jalan lain yang lebih deket. Alhamdulillah sisanya lancar. 

Hari kelima dan keenam sekolah masih drama pisah sama Ayah, tapi gak pakai nangis bombay. Hanya panggil Ayah dengan suara lirih "Ayah...Ayah...". Unch, pilu banget rasanya ya Zayd huehehe. Alhamdulillah keadaan terkendali setelah dijelaskan kalau Ayah harus ke kantor untuk bekerja, InsyaAllah nanti sore kita ketemu di rumah.

Di sekolahpun alhamdulillah lancar sampai akhir. Sepertinya Zayd sudah mulai enjoy dan mulai mau bergaul sama teman-teman dan gurunya. Hari keenam sebelum akhir pekan kemarin bahkan Zayd gak mau ikutan snack time saking ga sabarnya mau buru-buru messy play. bhaikkkk.

-

Alhamdulillah misi utama - bikin Zayd ga nangis ke sekolah dan mulai suka sama sekolah - bisa dibilang cukup berhasil. Semoga Zayd makin enjoy dan happy di sekolah. Mengingat dalam hitungan beberapa bulan ke depan Zayd sudah eligible masuk TK 😅 yeah.. di Hong Kong, TK (K1) dimulai di usia 3 tahun. Gak wajib, tapi demi kesejahteraan memasuki jenjang selanjutnya, it's better get K1 first. *emaknya yang keringet dingin*


See you in the next update,
Puput
Read More

Skincare Resolution 2019

January 4, 2019

No comments

Welcome new yearrr! Ahey, alhamdulillah udah 2019. Postingan perdana di 2019 ini aku dedikasikan untuk skincare. Bukan tutorial atau suggest-suggest tentang per-beauty-an, tapi lebih tentang bagaimana aku sampe bisa ngeh kalau merawat kulit khususnya kulit wajah itu penting beb. Serta segala produk yang pernah aku coba, semacam review tapi gak detil lah ya. Aku bukan ahlinya 😭. Mari kita mulaaai. Oiya btw sebelumnya, postingan ini bisa dibilang sebagai lanjutan postingan tentang skincare beberapa bulan yang lalu! hahaha lama ya beb.. bisa dilihat di link di bawah ini postingannya.



Alhamdulillah, aku cenderung punya jenis kulit normal to oily tapi ga macem-macem. Ya, jerawat ada sesekali muncul, tapi dengan banyaknya ilmu perskincare-an di dunia maya dan dunia nyata, jadi tau harus gimana menangani jerawat untuk jenis kulitku. 

Dari dulu waktu masih sekolah entah itu jaman SMP atau SMA, aku sering ngeliat kakak kelas atau teman satu angkatan yang bawa facial foam saat berwudhu. Aku ngeliatnya mereka kayak cari masalah dengan kulit wajah mereka sendiri. Karena toh kulit mereka ga gimana-gimana setelah ribet cuci muka. Yang ada malah cenderung jerawatan. Aku berstatement seperti itu bukan gak beralasan. Saat masa ABG dimana sering lihat iklan di TV tentang anak ABG cuci muka pakai segala produk facial foam, aku jadi terpengaruh untuk mencoba facial foam tersebut. Mikirnya saat itu pakai facial foam adalah 'tanda' kalau aku udah bukan anak kecil lagi. Udah gede, man! Dilalah setelah dipakai, bukannya jadi cantik seperti model iklan produk tersebut, malah jerawatan. krayyy 😓 Makanya dari situ kayak kapok mau coba-cobain produk perawatan kulit wajah. 

Masuk jaman kuliah, mamaku wanti-wanti untuk ngerawat kulit, khususnya kulit wajah. Kenapa wajah? yang keliatan kan wajah, yang terpapar sinar UV ya wajah, yang kena debu ya wajah, pokoknya rentan banget deh. Balik lagi, waktu itu aku aku engga ngerasa gimana-gimana sama kulitku. Jadi ya.. saran-saran mama jadi gak begitu ku perhatikan. Sampai akhirnya aku ngeliat muka mamaku berasa enak banget, kayak empuk, seger, dan cerahh. Dari situ aku tanya mamaku pakai apa dan aku ngikutin ritual skincare dari mamaku.

Bener aja, kalau ngeliat muka ku awal-awal kuliah, beuhhh kusem, kayak abis main layangan. Padahal aku termasuk yang jarang berkegiatan outdoor gitu. Sedih? iya banget! nyesel? ga juga, untungnya nurut orang tua! hahaha

Setelah beranjak dewasa dan skincare lagi happening di internet nih, aku jadi nyaru yang namanya skincare dan make up itu sama atau engga. Yang bikin kulit wajah kinclong itu skincare atau make up? setelah research ternyata yang bahaya itu make up ya khaan. Cakep sih, tapi cuma beberapa jam. Abis itu kalau gak segera dibersihin, siap siap kedatangan meteor garden di muka kita. Jadi, aku menimalisir yang namanya make up. 

Long story short, akhirnya aku nyobain skincare produk L'oreal. Dari night and day cream, serum, tapi untuk facial wash aku pakai sari ayu, itu juga dapet hampers hahaha. Selama cocok sih buatku gak masalah. Tapi, yang namanya manusia yak, ada aja maunya. Kok kayaknya pake L'oreal ini gak kekinian dehh.. Jadinya cari-cari yang lain tapi syiok liat harga skincare di salah satu situs beauty webstore kenapa mahal-mahal banget yaaa! (Gak nyangka se pricey itu menurutku waktu itu). Tapi penasaran, yaudah deh dibeli dan dicoba. Rasanyaaa... biasa aja juga haha. Akhirnya balik lagi ke L'oreal lah, soalnya pas juga menurutku dari segi apapun 😆.

Baru, pas ketahuan hamil dan ngeh kalau ada beberapa kandungan yang ga bisa dipakai ibu hamil, aku nanya sama obgyn ku waktu itu. Kira-kira skincare apa yang aman untuk ibu hamil. Beliau jawabnya dua produk: SKII (waktu itu happening banget) dan The Body Shop (TBS). Oke, karena aku pernah nyoba TBS dan rasanya agak panas gitu di kulitku, aku langsung cari SKII aja. Begitu liat harga FTE nya, lalu berpikir "Hmm.. bisa aja nih dokter ngasi saran nya" 😳😂. Karena yaudah males juga cari yang lain-lain akhirnya selama hamil aku pakai SKII. Jangan sedih sis, eike cari yang paketan aja biar lebih murah hahaha.

Setelah lahiran, jadi pengen cari skincare yang alami. Kebetulan waktu itu juga lagi sering banget baca reviewnya Elizabeth Zennifer kalau temen-temen tau. Dan memang dia gak mengklaim kalau kulit mukanya kinclong clong clong, tapi dia berasa kulitnya sekarang "bener" dari pada sebelum-sebelumnya. Ditelisik, doi pakai toner dari cuka apel atau apple vinegar. LANGSUNG beberapa hari kemudian beli dong. Begitu paketnya sampai rumah, mamaku nanya cuka apel buat apa. Waktu aku jelasin ke mamaku, beliau bilang "yah nak, gak usah macem-macem..mama dulu pernah juga nyobain, tapi jadinya jerawatan loh". JRENGG! mengapa aku gak konsultasi dulu sama mamake waktu soal cuka apel ini sebelum beli yahh? Tapi karena tetep penasaran, jadi yaudah dicoba dengan takaran yang disesuaikan dengan jenis kulitku. Sehari-dua hari-tiga hari, mukaku jadi kayak kilang minyak.. gak enak banget. Entah akunya yang salah atau gimana, yang jelas cuka apel ini gak cocok sama aku. tobat deh pake yang alami.

Dari situ, aku coba skincare yang normal-normal aja. Masih tetep pake FTE SKII, tapi dikombinasi dengan produk skincare yang lain. Seperti Wardah, Nuxe, Pixi, Banila.co, Cetaphile, St Yves, dan sebagainya. Produk-produk tersebut juga yang gampang ditemukan di drugstore seperti Watson. Dan sampe ini masih basic banget pake skincare nyaaa. Alesannya karena belum sempet nyari-nyari lagi di beauty store, juga stock nya masih ada hehehe. Jadi nyarinya sebatas liat review di YouTube

And these are some products that I use recently :

Cleansing


  1. Untuk first cleanser aku lagi pakai TBS yang balm - Camomile. First impression pakai cleanser yang banyak difavoritin sama beauty blogger ini memang menyegarkan banget dan gampang banget ngilangin make up yang susah hilang seperti maskara atau eyeliner, bahkan foundation yang agak tebal juga gampang banget hilangnya. Berasa cakep abis pakai TBS ini hahah
  2. Untuk Second Cleanser aku pakai Hadalabo Ultimate Moisturizing Face Wash. Face wash ini gak terlalu berbusa, pakai dikit aja udah nampol dan udahannya kulit wajah jadi moist. enakk. Product in waiting untuk second cleanser ini adalah Senka Perfect Whip. Sebelas dua belas sama Hadalabo ini.
Toner

  1. Exfoliate toner aku pakai Corsrx DHA/BHA Clarifying Toner. Alasannya? gak ada.. penasaran aja karena jadi favoritnya beauty blogger hahaha. Terus di Hong Kong ini ada satu tempat Corsrx nya khusus dan lengkap, jadi penasaran dan kebetulan exfoliate toner nya udah habis. Beli dehh.. so far so good dan ga ada masalah di wajah aku. Product in waiting : PIXI Glow Tonic. Sebelumnya udah pake dan ngerasa cocok sama produk ini. Tapi sekarang nunggu si Corsrx nya abis duyuu hehe
  2. Hydrating Toner aku pakai Hatomugi Skin Conditioner. Sukaa sama produk ini selain harganya affordable dan sizenya besar (HAHAHA) juga emang dimuka bikin segerrrr. Terus, ga sayang gitu loh kalo mau dipake buat CSM-an. Kalau pakai FTE SKII kan nangis yaa kalau dipake buat CSM walaupun usaha tidak mengkhianati hasil hiks. Biasanya, Hatomugi ini aku layer lagi dengan Wardah Pure Treatment Essence. Makin empukk rasanyah kulit muka akuh masyaAllah. 
Moisturizer
  1. Masih pakai Corsrx - Oil Free Ultra Moisturizing Lotion. Wanginya kayak obat (suamiku suka protes 😅) dan ada aroma soda (?!) nya. Selain itu butuh beberapa menit biar menyerap di kulit wajahku. Overall oke, karena tiap bangun tidur malam tetep ngerasa nyaman sama kulit wajah.
  2. Kalau siang, aku timpa lagi dengan Corsrx Aloe Soothing Sun Cream yang ada SPF nya. Jadi gak perlu pakai sunscreen lagi karena si moisturizer ini udah ada SPF nya. Tapi kalau mau ditimpa sunscreen lagi ya gak apa hehe.
Serum/Vitamin
  • Lagi jarang nih pake serum atau vitamin. Tapi belakangan aku pakai Vit. C dari Wardah. 
Masker
  • Corsrx Overnight Honey Mask. Dipakai nya gantian sama si Mositurizing Lotionnya. Dibawa tidur, besok paginya dibilas deh.

Nah itulahh produk-produk yang aku pakai saat ini. Ini belom sekomplit para suhu beauty influencer yaak. Belom komplit aja udah diprotes lama banget "dandan"nya sama suami, apalagi pake komplit hahahah. Tapi 2019 ini pengen bisa lebih rutin deh pakai skincare. Gak cuma skincare aja, tapi makanan juga harus dijaga. Makan makanan yang lebih sehattt. 


Love,
Puput.



Read More
Copyright © PUPUT UTAMI. Blog Design by SkyandStars.co